bank bjb
  
Yamaha

Sholat Tarawih Ramadhan 2021 Diperbolehkan Asal Jangan Berlama-lama

  Senin, 05 April 2021   Republika.co.id
Sholat Tarawih Ramadhan 2021 Diperbolehkan Asal Jangan Berlama-lama
Ilustrasi Salat tarawih. Pemerintah Memperbolehkan Salat tarawih pada Ramadhan 2021 dengan protokol kesehatan yang ketat

AYOCIREBON.COM-- Pada tahun 2020, umat Islam menghadapi massa sulit saat awal pandemi pada ramadhan karena shalat tarawih dilarang. Bagaimana pelaksanaan salat tarawih pada bulan puasa 2021 ini? apakah masih dilarang atau diperbolehkan.

AYO BACA : Kiat Agar Terbiasa Tahajud dan Keutamaan Shalat Malam

Pemerintah saat ini sudah membolehkan masyarakat menjalankan ibadah sholat tarawih secara berjamaah sepanjang bulan Ramadhan 2021 nanti. Namun pelaksanannya tetap harus memperhatikan protokol kesehatan (prokes) lantaran pandemi Covid-19 belum usai.

Selain itu, pemerintah juga menganjurkan pelaksanaan ibadah sholat tarawih dilakukan dengan sederhana dengan waktu yang tidak berkepanjangan. Tujuannya, agar waktu berkumpul jamaah bisa dipersingkat sehingga mengurangi risiko penularan Covid-19.

"Begitu juga dalam melaksanakan sholat berjamaah ini diupayakan untuk dibuat se-simple mungkin sehingga waktunya tidak berkepanjangan, tidak terlalu panjang, mengingat dalam kondisi masih darurat," kata Menteri Koordinator Bidang PMK Muhadjir Effendy dalam keterangan pers usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Senin (5/4), dilansir Republika.co.id.

Ibadah sholat tarawih dan sholat ied saat Lebaran nanti memang telah diizinkan oleh pemerintah untuk dilakukan. Namun kebijakan yang juga disetujui Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini bukan tanpa syarat. Pelaksanaan ibadah di sepanjang Ramadhan dan Idul Fitri nanti harus dibarengi dengan kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan ketat.

"Mengenai kegiatan ibadah selama Ramadhan dan ibadah Idul Fitri yaitu sholat tarawih dan sholat ied, pada dasarnya diperkenankan atau dibolehkan. Yang harus dipatuhi adalah protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan dengan sangat ketat," ujar Muhadjir.

Selain protokol kesehatan seperti penggunaan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak antarjamaah, pemerintah juga memperbolehkan kegiatan ibadah secara berjamaah di luar ruang atau rumah. Dengan catatan, imbuh Muhadjir, jamaah terdiri dari anggota komunitas yang sudah dikenal satu dengan lainnya.

"Sehingga jamaah dari luar, mohon supaya tidak diizinkan," kata Muhadjir.  

Sedangkan untuk Sholat Ied, Muhadjir menyampaikan bahwa pelaksanaan ibadah bisa dilakukan di luar gedung dengan jamaah yang juga merupakan anggota komunitas warga. Maksudnya, jamaah memang terdiri dari warga yang memang saling mengenal di lingkup komunitas.

"Yaitu dikenal satu sama lain, dan juga diupayakan untuk mematuhi protokol yang sangat ketat dan juga supaya menjaga untuk tidak terjadi kerumunan, konsentrasi orang terutama apa saat sedang akan datang menuju ke tempat sholat jamaah, baik itu di lapangan atau di masjid atau ketika saat bubar dari sholat jamaah," kata Muhadjir. 

AYO BACA : Pilihan Daftar Bacaan Pendek untuk Sholat Tarawih 23 Rakaat

Dewan Masjid Indonesia (DMI) pada bulan lalu mengeluarkan pernyataan bahwa, dengan kasus Covid-19 yang masih fluktuatif, pelaksanaan sholat tarawih di bulan Ramadhan harus dilakukan dengan prokes yang ketat. Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal DMI, Imam Addaruqutni.

"Kasus Covid-19 walaupun reda, tapi fluktuatif, belum dipastikan berakhir. Shalat tarawih normal belum, tetap dengan protokol kesehatan ketat," kata Imam pada Senin (22/3).

Imam mengatakan, selain pandemi Covid-19 belum usai, program vaksinasi juga belum tuntas ke seluruh lapisan masyarakat. Jika diperlikan, nantinya DMI akan mengeluarkan maklumat kembali agar shalat tetap dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Perkembangan baik kalau menurun, untuk melaksanakan sholat secara normal, meskipun pakai masker belum bisa, masih tetap menjaga jarak," kata Imam.

Adapun, Ketua Umum DMI Jusuf Kalla meminta pengurus masjid membuka kemungkinan untuk melaksanakan sholat Tarawih secara dua shift atau giliran. Langkah itu, kata JK, untuk memberi kesempatan seluruh jamaah di sekitar masjid menjalankan sholat Tarawih saat bulan Ramadhan, namun dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

JK menyebut adanya ketentuan jaga jarak membuat daya tampung masjid menurun menjadi hanya 40 persen dari daya tampung sebenarnya.

"Untuk itu kita harus memberi kesempatan jamaah yang lain untuk melaksanakan ibadah sholat taraweh dengan membaginya menjadi dua shift," kata JK dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/3).

JK juga mengingatkan, prokes tetap dilaksanakan di dalam masjid, apalagi menjelang bulan suci Ramadhan. Ia mengatakan, tahun ini masjid sudah bisa dipakai untuk sholat Tarawih, selama memberlakukan prokes yang baik.

"Maknanya apa? Tentu mempunyai makna sebagian umat tidak bisa tertampung karena harus mengikuti aturan jaga jarak, untuk itu apabila memang diperlukan demi mengakomodir jamaah yang mau sholat tarawih, maka bisa dilaksanakan dua kali atau dua shift," kata JK.

Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis mengatakan, shalat tarawih hingga tiga shift di masjid diperbolehkan selama bulan suci ramadhan.

"Ya bagus, tiga shift juga boleh, intinya adalah selama kita mulai dari waktu isya sampai subuh kan bisa tarawih, bagi yang memahami bahwa shalat tarawih sama dengan shalat malam," kata Cholil pada Rabu (24/3).

Cholil mengatakan, dengan adanya shift dalam sholat tarawih ini akan meramaikan masjid di bulan Ramadhan. Kemudian juga akan lebih memperbanyak ibadah di bulan suci.

Sementara itu, untuk shaf sholat disesuaikan dengan kondisi yang ada. Apabila keadaan sudah aman dari virus, maka shaf yang rapat diperbolehkan.

"Kalau kita sudah aman, harapannya rapat, tapi kalau belum aman disesuaikan. Ikuti protokol kesehatan," kata dia.

 

AYO BACA : 6 Lafal Bacaan Niat Puasa Ramadhan pada 2021


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar