bank bjb
  

Seminggu Pasca Ledakan Kilang Balongan, 890 Warga Masih Ngungsi

  Senin, 05 April 2021   Republika.co.id
Seminggu Pasca Ledakan Kilang Balongan, 890 Warga Masih Ngungsi
Ledakan dan kebakaran kilang minyak Pertamina Balongan. (ist)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Seminggu pasca ledakan dan kebakaran Kilang Minyak Pertamina Balongan, Kabupaten Indramayu, warga setempat yang terdampak masih mengungsi.

Hal ini dikarenakan asesmen terhadap rumah-rumah warga yang terdampak kebakaran tangki kilang Pertamina balongan, masih dilakukan. Warga yang mengungsi pun terbilang ratusan.

Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), R Ruli Adi menjelaskan, proses asesmen rumah terdampak memang masih dilakukan. Namun dia memastikan, pasca proses itu selesai, perbaikan rumah warga terdampak yang rusak akan dilakukan bersama dengan masyarakat juga pemerintah daerah.

"Setelah rumah layak, maka pengungsi bisa segera kembali,’’ kata Ruli saat ditemui Republika.co.id di lokasi pengungsian warga di GOR Bumi Patra Indramayu, Senin 5 April sore, dikutip dari Republika (jejaring Ayocirebon.com).

Namun, lanjut Ruli, kepulangan warga dari lokasi pengungsian ke rumah masing-masing juga akan dilakukan secara bertahap. Pasalnya, kategori kerusakan rumah warga yang terdampak juga kondisinya bermacam-macam, ada yang ringan, sedang dan berat. "Jadi kembalinya nanti berangsur-angsur,’’ terang Ruli.

Sementara itu, Plt Sekretaris BPBD Kabupaten Indramayu, Caya, menyebutkan, hingga Senin pukul 16.00 WIB, jumlah pengungsi di GOR Bumi Patra Indramayu mencapai 890 orang. Mereka terdiri dari 446 laki-laki dan 444 perempuan. "Mereka berasal dari empat desa di Kecamatan Balongan,’’ kata Caya.

Adapun keempat desa itu, yakni Desa Balongan sebanyak 724 jiwa atau 189 KK, Desa Sukaurip sebanyak 156 jiwa atau 61 KK, Desa Majakerta lima jiwa dari satu KK, dan Desa Tegalurung lima jiwa dari satu KK.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar