Yamaha

Bandara Kertajati Bakal Optimal Didorong Tol Cisumdawu, Bisakah?

  Selasa, 06 April 2021   Editor
ilustrasi -- Pekerja membersihkan ruas jalan Tol Cisumdawu di Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa 28 Mei 2019. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengatakan, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kertajati, dapat dioptimalisasi oleh keberadaan Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu). 

"Kunci aksesnya adalah jalan tol. Tol Cisumdawu tahun ini bisa selesai. Kalau sudah terkoneksi kami sepenuhnya yakin ini bisa jadi bandara yang dibanggakan," kata Novie dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR, Selasa 6 April, mengutip Republika.

Dia menuturkan, juga akan mengoptimalkan BIJB sebagai akses multimoda dengan Pelabuhan Patimban. Novie mengatakan, kegiatan ekspor impor di Jawa Barat akan terkonsentrasi di Pelabuhan Patimban dan BIJB.

"Jadi akan saling mendukung Bandara Kertajati (BIJB) dan Pelabuhan Patimban," tutur Novie.

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menargetkan Tol Cisumdawu akan selesai pada akhir 2021. Basuki mengatakan, tol tersebut akan mendukung fungsi BIJB. 

AYO BACA: Kapolri Cabut Larangan Media Siarkan Kekerasan dan Arogansi Polisi
AYO BACA: Larang Siarkan Kekerasan, Polri Paling Banyak Diadukan Soal Pelanggaran HAM

"Masalah pembebasan lahan ini saya minta dikeroyok agar konstruksinya bisa cepat bergerak, karena konstruksi hanya dapat berjalan cepat jika lahan sudah tersedia," kata Basuki.

Untuk mempercepat pengadaan lahan, Basuki memastikan Satker Pembangunan Tol Cisumdawu Ditjen Bina Marga terus meningkatkan koordinasi dengan instansi lain. Beberapa diantaranya dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Sumedang, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kepolisian Daerah, Kejaksaan Tinggi, dan instansi terkait lainnya.

"Mekanisme pembebasan lahan sudah dilaksanakan sesuai prosedur dan bilamana tidak terjadi kesepakatan harga lahan yang telah ditetapkan oleh penilai independen dilakukan konsinyasi atau titip uang ganti rugi di pengadilan," jelas Basuki.

"Berdasarkan laporan, pada April 2021 lahan sudah bisa 70 persen untuk Seksi 4, sehingga konstruksi kita minta Mei sudah bisa bergerak," ujar Basuki.

Selanjutnya Seksi 6 Ujungjaya-Dawuan sepanjang 6,06 kilometer telah dimulai konstruksi pada Seksi 6A dengan progres 25,20 persen dan Seksi 6B sebesar 2,30 persen. Untuk pembebasan lahan seksi 6 mencapai 87,53 persen.

Fungsi Awal Bandara tak Pernah Tercapai

bijb
Bandara Kertajati.

Penambahan fungsi Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka sebagai bengkel pesawat atau MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) dipandang belum tentu berhasil. Sederetan tantangan dihadapi bandara yang proses pembangunannya menelan biaya sampai Rp2,6 triliun ini.

Pengamat penerbangan, Alvin Lie, tak menampik bengkel pesawat atau MRO Center menjadi alternatif pemanfaatan sebuah lapangan terbang dengan utilisasi rendah, seperti halnya Bandara Kertajati. 

Namun Alvin menilai, bila hendak membenahi Kertajati, langkah yang dilakukan harus berjangka panjang, bahkan tak cukup hanya dalam waktu 5 tahun. Itu pun belum tentu dapat menguntungkan.

"Untuk mengubah kondisi Kertajati diperlukan juga pembangunan lingkungan Kertajati sehingga lebih hidup. Baru nanti ada daya tariknya," tutur Alvin, kepada Ayocirebon.com, Kamis 1 April 2021.

AYO BACA: Masih Isolasi di Rumah Sakit, 2 Pasien Covid-19 Malah Kabur 
AYO BACA: Ngamuk, Orang Ini Tiba-tiba Bacok 5 Warga dan Bakar 4 Rumah! 

Dia menyarankan masing-masing pemerintah mengesampingkan ego, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, khususnya provinsi.

Menurut dia, untuk menjadikan Bandara Kertajati jadi MRO, tantangan untuk mewujudkannya tak sedikit. Terlebih, penambahan fungsi sebagai bengkel pesawat ini melibatkan GMF AeroAsia.

Dia mengungkapkan, GMF AeroAsia sudah berinvestasi besar-besaran di Bandara Soekarno-Hatta. Perusahaan ini telah membuat hanggar terbesar di Asia untuk perawatan pesawat.

"Untuk mereka pindah (dari Soekarno-Hatta ke Kertajati), tentu perlu pertimbangan bisnis, biaya-biaya dan investasi yang diperlukan lagi, kemudian yang di Soekarno Hatta itu nanti akan digunakan apa," katanya.

AYO BACA: Fungsi Penerbangan Komersil Bandara Kertajati yang Tak Pernah Terwujud
AYO BACA: Gubernur Ridwan Kamil: Bandara Kertajati Jadi Bengkel Pesawat Saja

Bila hanggar di Bandara Soekarno-Hatta digunakan perusahaan MRO lainnya, Alvin melihat kemungkinan terjadi persaingan atau muncul rival bagi GMF AeroAsia.

Di sisi lain, perwujudan MRO memerlukan fasilitas pendukung. Dia mengingatkan, para pekerja bengkel pesawat, seperti halnya teknisi maupun tenaga administrasi merupakan orang-orang berketerampilan tinggi/spesialis.

"Mereka juga menginginkan kehidupan yang layak, tak hanya gaji," ujarnya. 

Kehidupan layak meliputi pula kebutuhan bagi istri dan anak-anak mereka. Alvin menggambarkan, dalam kehidupannya, mereka setidaknya memerlukan sekolah, rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan dengan minimal berstandar nasional, perbankan, tempat belanja, hingga tempat hiburan.

Dalam hal itu, sepengamatan Alvin sejauh ini, Kertajati belum didukung fasilitas-fasilitas dimaksud. Tanpa fasilitas pendukung bagi tenaga ahli bengkel pesawat maupun keluarganya, akan menjadi tidak mudah mendatangkan mereka ke Kertajati.

Tantangan lain berupa kehadiran bea cukai dan imigrasi yang umumnya diperlukan MRO Center. Sebagai kawasan berikat, MRO Center membutuhkan kemudahan impor barang-barang atau suku cadang yang bebas biaya masuk.

"Sehingga ada prosedur-prosedur kepabeanan," cetusnya.

AYO BACA: Sampai Ada Korban Jiwa, Diduga Insiden Kilang Minyak Didalangi Kelalaian
AYO BACA: Kilang Balongan Terbakar Lagi, Begini Peringatan Walhi Sebelumnya

Belum lagi bila ada pilot-pilot asing yang membawa pesawat untuk diperbaiki atau untuk perawatan. Seluruhnya membutuhkan dukungan-dukungan tersebut.

Dengan kata lain, penambahan fungsi sebagai bengkel pesawat, tak hanya memanfaatkan lapangan terbang atau bandaranya. Fasilitas pendukung perlu pula disiapkan sebagai nilai tambah kepada daerah di kawasan sekitar Kertajati, bila dapat diwujudkan.

"Bukan tantangan yang mudah saya kira," cetusnya.

Secara keseluruhan, kondisi Kertajati dinilainya sangat parah. Tiada obat yang instan dapat menyembuhkannya.

Alvin menilai Bandara Kertajati tak pernah mencapai fungsi awalnya yang melayani penerbangan komersil. Dia bahkan meramalkannya akan sulit terwujud.

"Fungsi awal dari Bandara Kertajati memang tak pernah tercapai dan rasa-rasanya akan sangat sulit terwujud karena pemilihan lokasi bandara tak memenuhi syarat," kemukanya.

Pun begitu dengan fungsi bandara untuk pemberangkatan haji dan umroh. Dalam setahun, pemberangkatan haji hanya satu kali dan selebihnya hanya untuk umroh.

Untuk pemberangkatan jamaah umroh juga, menurutnya perlu mempertimbangkan jumlah jamaah dari Jawa Barat dalam 1 tahun. Itu pun harus diamati, warga Jabar bagian mana yang jumlah jamaahnya paling banyak.

"Kalau yang di Cirebon-Majalengka (sekitarnya) itu mungkin dekat, tapi warga di bagian barat Jabar justru tidak praktis kalau harus datang ke Bandara Kertajati," tuturnya.

AYO BACA: Pengumuman Lolos Prakerja Gelombang 16, Segera Lakukan Langkah Ini
AYO BACA: Jadi Tersangka Korupsi Bansos Covid-19, Bupati Bandung Barat dan Anak Sakit

Di wilayah Kertajati sendiri belum ada fasilitas-fasilitas pendukung, seperti asrama haji, rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain, maupun  multimodanya belum terbangun.

Semestinya, lanjut Alvin, Bandara Kertajati dibangun dekat dengan industri atau pasar industri ini, semisal industri manufaktur atau pusat perdagangan. Alih-alih mendekati pasarnya, bandara ini justru dibangun jauh dari populasi maupun industri, termasuk pula pariwisata.

"Nggak jelas, jadi memang agak sulit. Dialihfungsikan sebagai bengkel pesawat belum tentu juga berhasil," ujarnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar