Yamaha

Cuaca Diprediksi Membaik, Siklon Tropis Seroja Menjauh

  Selasa, 06 April 2021   Editor
Kabupaten Flores Timur (Flotim) saat dilanda banjir bandang akibat cuaca ekstrem, Minggu 4 April 2021. (BPBD Kabupaten Flores Timur)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Kepala BMKG Dwikorita menyatakan pihaknya memprakirakan cuaca setelah tanggal 7 April bakal semain memberik seiring pergerakan Siklon Tropis Seroja yang menjauh dari sekitar perairan Nusa Tenggara Timur (NTT).

"“Kita lihat prakiraan cuaca untuk tujuh hari ke depan, jadi diprediksi setelah tanggal 7 yaitu tanggal 8-9 April itu kondisinya sudah semakin membaik karena siklonnya semakin jauh,” ujar Dwikorita dalam keterangan terulis, Selasa 6 April 2021.

AYO BACA: Bandara Kertajati Bakal Optimal Didorong Tol Cisumdawu, Bisakah?
AYO BACA: Kapolri Cabut Larangan Media Siarkan Kekerasan dan Arogansi Polisi

Namun sebelum tanggal tersebut hujan dengan intensitas lebat disertai kilat petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi. Meskipun situasi cuaca diprediksi akan semakin membaik, Dwikorita mengingatkan bahwa gelombang di lautan masih berpotensi tetap masih tinggi.

“Jadi harus diwaspadai juga di lautan, meskipun daratannya nanti sudah semakin tenang tapi lautannya gelombangnya masih semakin tinggi,” ujarnya mengingatkan.

AYO BACA: Jadwal dan Syarat Pencairan Kuota Gratis Dari Kemendikbud April 2021
AYO BACA: Penerima Insentif Prakerja Gelombang 13: Waktu Pembelian Pelatihan Tinggal Dua Hari Lagi Untuk Dapat Insentif Rp 3,5 Juta! 

Menurut Dwikorita, BMKG sebagai Jakarta Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) sejak 2 April 2021 telah mendeteksi adanya Bibit Siklon Tropis 99S atau Siklon Tropis Seroja. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada sejumlah pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca ekstrem dampak dari bibit siklon tersebut.

Keberadaan bibit siklon tropis tersebut menimbulkan terjadinya cuaca ekstrem yang signifikan berupa hujan sangat lebat, angin kencang, gelombang laut tinggi, dan berdampak pada terjadinya bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah di NTT.

Dalam penyebarluasan informasi terkait perkembangan cuaca dan iklim serta potensi bencana, papar Dwikorita, pihaknya telah menerjunkan tujuh stasiun BMKG.

“Ada tujuh stasiun BMKG yang saat ini sedang kami terjunkan pula untuk ke tempat-tempat pengungsi, guna, satu, menyampaikan apa yang terjadi untuk menenangkan warga dan juga untuk membuat WA group pengungsi agar perkembangan cuaca dan peringatan dini dapat segera tersebar melalui WA group pengungsi tersebut,” terangnya.

AYO BACA: Ribuan Penerima Insentif Prakerja 2021 Gagal Dapat Dana Rp 3,5 Juta Karena Masalah Ini!
AYO BACA: Aturan Lengkap dari Kementerian Tenaga Kerja soal THR Lebaran 2021 di Saat Pandemi


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar