bank bjb
  
Yamaha

Wali Kota Cirebon: Spot Selfie di Alun-alun Kejaksaan Masih Kurang

  Jumat, 09 April 2021   Erika Lia
Wali Kota Cirebon: Spot Selfie di  Alun-alun Kejaksaan Masih Kurang
Walikota Cirebon Nashrudin Azis Melakukan Sidak mengecek Hasil Revitaliasi Alun-alun Kejaksaan [Erika Lia]

AYO BACA : Kecamatan Kroya Bisa Jadi Ibukota Indramayu Barat

AYO BACA : DPRD Cirebon Minta Perbaikan Alun-alun Kejaksaan Segera Dituntaskan

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM- Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis melakukan inspeksi mendadak (sidak) Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon, yang rampung direvitalisasi, Jumat, 9 April 2021.

Sidak dilakukan sebelum peresmian yang diagendakan 12 April 2021. Alun-alun Kejaksan direvitalisasi sejak sekitar 2019 dengan sumber dana APBD Provinsi Jawa Barat, masing-masing Rp27,8 miliar untuk tahap I pada 2019 dan Rp14,1 miliar untuk tahap II berupa finishing.
 
Seusai sidak, Azis menilai masih ada kekurangan pada performa alun-alun. Dia menghendaki adanya spot swafoto (selfie) bagi pengunjung, mengingat swafoto telah menjadi aktivitas populer masyarakat yang pada gilirannya menjadi media promosi.
 
"Spot selfie masih kurang. Itu kan ada rumput yang tidak boleh diinjak atau dipasangi tikar, maka harus ada daya tarik, misalnya air mancur warna warni atau bisa joged supaya rumputnya tidak diinjak-injak," tuturnya.
 
Pemkot Cirebon pun berencana lebih mempercantik Alun-alun Kejaksan. Namun, penataan baru dapat dilakukan setelah penyedia menyerahterimakan hasil pekerjaannya itu kepada Pemkot Cirebon.
 
Meski begitu, katanya, sejauh ini hasil revitalisasi alun-alun telah sesuai detail engineering design (DED). Dia pun mengajak masyarakat mengunjungi Alun-alun Kejaksan setelah diresmikan.
 
Azis menyebut Alun-alun Kejaksan dengan tampilan barunya ini sebagai destinasi wisata ruang terbuka hijau (RTH). Selain RTH, alun-alun tersebut pula dapat dijadikan destinasi wisata religi sebab berdampingan dengan Masjid Raya At Taqwa.
 
"Alun-alun ini juga nantinya bisa digunakan untuk acara kenegaraan," cetusnya.
 
Dia memastikan, pada radius tertentu, area sekitar alun-alun 'bersih' dari kendaraan yang parkir. Pengunjung harus memarkirkan kendaraannya pada rubanah (basement) alun-alun. 
 
Pun begitu dengan pedagang kaki lima (PKL), yang pula diyakinkannya tak berjualan di area alun-alun. Dalam hal ini, Pemkot Cirebon telah merelokasi PKL di di bagian luar alun-alun.

AYO BACA : Alun-alun Kejaksaan Cirebon Diharapkan Ramah bagi Kaum Marginal


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar