bank bjb
  

Gempa Malang, Pakar Ingatkan Potensi Gempa Lebih Besar Bisa Terjadi

  Minggu, 11 April 2021   Editor
Gempa Malang, Pakar Ingatkan Potensi Gempa Lebih Besar Bisa Terjadi
Ilustrasi gempa. (Pixabay)

MALANG, AYOCIREBON.COM -- Pakar gempa Institut Teknologi Bandung (ITB) Irwan Meilano mengatakan bahwa gempa berkekuatan 6,7 SR di selatan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu 11 April 2021, bisa menimbulkan potensi gempa yang lebih besar hingga tsunami.

Untuk itu, dirinya Irwan pun lantas meminta masyarakat mewaspadai potensi dan risiko terjadinya gempa besar ini dengan mempersiapkan jalur evakuasi ke daerah yang dianggap aman, terutama di ketinggian.

"Sudah selayaknya kita persiapkan lebih baik lagi," ujar Irwan Meilano, melansir Suara.com, Minggu 12 April 2021.

Irwan menyinggung adanya peningkatan aktivitas gempa di kawasan selatan Jawa Timur, dalam lima tahun terakhir.

Menurut Irwan, hal itu senada dengan apa yang pernah disampaikan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.

Dwikorita kala itu, kata Irwan, menyampaikan adanya peningkatan aktivitas gempa di selatan Jawa Timur menimbulkan potensi gempa yang lebih besar maupun tsunami.

"Kemungkinan terburuk bisa terjadi gempa berkekuatan di atas 8. Atau tepatnya 8,7 skala Richter, dan juga berpotensi tsunami di selatan Jawa Timur," ungkap Irwan.

Gempa Susulan Pagi

Sementara itu, terjadi gempa bumi susulan di Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB, Minggu 11 April 2021.

Koordinator Lapangan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Kecamatan Dampit, Mevi Sevano mengatakan, saat gempa terjadi ia sedang berada di atap bangunan untuk membersihkan bekas reruntuhan di rumah warga yang menjadi korban. Saat berada di langit-langit bangunan, ia merasakan ada guncangan seperti yang dialami sebelumnya.

"Horek mas, gak nemen, tapi gak koyok wingi (Getar, Mas, tidak parah, tapi tidak seperti kemarin)," kata Mevi kepada Ayosurabaya.com di Kantor Desa Majangtengah.

Mevi menuturkan, gempa susulan itu juga membuat beberapa warga berhamburan lagi. Getaran berskala kecil dengan magnitudo 5,5 SR itu memantik kepanikan, pun pada dirinya yang notabene bertugas sebagai relawan.

Gempa Lebih Besar dari Dekade Lalu

Supratoyo juga mengatakan, saat gempa bumi Sabtu kemarin, getaran terasa di hampir seluruh desa di Kecamatan Dampit. Menurutnya, gempa yang dirasakan tersebut, lebih parah dibanding tahun 2009 silam.

Padahal, gempa bumi yang melanda desanya itu terbilang sangat singkat. Namun, Supratoyo menilai, dampak yang dirasakan luar biasa. "Durasi sekitar 15 detik saat guncangan pertama itu keras, lalu semakin mengeras sampai ke detik 20," kata Supratoyo.

Supratoyo mengungkapkan, getaran hebat tak hanya dirasakan di Desa Majangtengah saja, tapi juga seluruh area di Kabupaten Malang. Untuk desa terdekat, yakni Desa Pamotan, pun demikian. Sejumlah rumah warga roboh, tembok ambruk, genting berceceran, dan puing-puing bangunan berserakan dimana-mana.

"Gempa terparah di Desa Pamotan, menyusul di Majangtengah. Jadi, untuk kawasan Dusun Pamotan, yang ada di Kampung Dandang, ada beberapa RT rumah rusak semua, ada 7 yang ambruk, itu lokasinya di RT.03, RT.05, RT.06, RT.07, dan RT.08, itu rusak berat," tuturnya.

Meski begitu, ia bersyukur lantaran gempa bumi tak sampai memutus akses jalan raya dari satu desa ke desa lain. Pasalnya, mayoritas desa di Kecamatan Dampit, menggunakan jalan raya sebagai satu-satunya akses untuk sejumlah rutinitas harian, baik bekerja, bertamu, maupun bersilaturahmi dari satu desa ke desa lain.

Diketahui, ada ribuan orang yang berada di beberapa desa di Kecamatan Dampit saat gempa bumi terjadi. Data yang diperoleh Ayosurabaya.com menyebutkan, ada 10.000 orang di Desa Majangtengah dan 12.000 orang di Desa Pamotan, Kecamatan Dampit.

Beruntung, tidak ada korban jiwa di 2 desa itu saat 'lindu' berlangsung. Namun, ribuan warga kehilangan tempat tinggalnya akibat gempa dengan kekuatan 6.7 SR itu.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar