bank bjb
  

Salat Tarawih di Masjid atau Berjamaah di Rumah, Mana yang Lebih Baik?

  Senin, 12 April 2021   Republika.co.id
Salat Tarawih di Masjid atau Berjamaah di Rumah, Mana yang Lebih Baik?
Di masa pandemi seperti sekarang, apakah lebih baik Salat Tarawih di masjid atau menjalankannya berjamaah bersama keluarga di rumah? Mari kita bahas pilihan-pilihan itu.

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Di masa pandemi seperti sekarang, apakah lebih baik Salat Tarawih di masjid atau menjalankannya berjamaah bersama keluarga di rumah? Mari kita bahas pilihan-pilihan itu.

Melansir Republika, pilihan pertama, Salat Tarawih berjamaah di masjid dan mendapatkan pahala sunah. Selain tilawah dan itikaf, Salat Tarawih (dikenal juga dengan shalat qiyam) itu hukumnya sunah ditunaikan setelah salat Isya oleh laki-laki ataupun perempuan dan termasuk ibadah Ramadan yang diutamakan.

AYO BACA : Aturan Pembayaran THR 2021

Dari Abi Hurairah, dia berkata: Rasulullah menyarankan untuk melakukan qiyam Ramadhan (shalat Tarawih) tanpa memerintahkan dengan azimah. Ia bersabda, 'Barang siapa yang melakukan Salat Tarawih dengan penuh keimanan dan keikhlasan karena Allah Swt, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni oleh Allah Swt'." (HR Jama’ah). Menurut an-Nawawi, qiyam yang dimaksud dalam hadis tersebut adalah Salat Tarawih.

Salat Tarawih afdhal ditunaikan berjamaah di masjid, sebagaimana hadis riwayat Aisyah RA bahwa Rasulullah suatu saat pada pertengahan malam pada bulan Ramadan ia keluar dan salat di masjid, kemudian masyarakat saat itu ikut salat bersamanya hingga jumlah yang ikut shalat itu banyak. Maka, Rasulullah pada kali yang keempat tidak keluar menunaikan salat tersebut dan ia berkata kepada mereka, "Saya khawatir ini menjadi kewajiban bagi kalian dan kalian tidak mampu untuk menunaikannya." (HR Bukhari Muslim). Al-Qulyubi menjelaskan, berdasarkan hadis ini, Salat Tarawih itu diberlakukan pada akhir tahun kedua Hijriah.

AYO BACA : Hukum Salat Tahajud Setelah Salat Tarawih

Pada 14 Hijriah, Umar bin Khattab mengumpulkan masyarakat dalam satu jamaah Salat Tarawih (Al-Mashabih fi Shalat at-Tarawih, as-Suyuthi, 37). Abdurrahman bin Abdul Qari berkata, kemudian Umar berkata: Saya berpandangan andaikan kita kumpulkan mereka dalam satu jamaah dan imam, maka itu lebih utama ... Kemudian mereka dikumpulkan menjadi satu jamaah dengan Ubay bin Ka'ab sebagai Imam. Kemudian Umar mengatakan; Ini sebaik-baiknya bid’ah. (HR Bukhari).

Pilihan kedua, menghindarkan diri dari (potensi penularan) Covid-19 itu keharusan. Sebagaimana hadis-hadis Rasulullah Saw: "Dan larilah dari penyakit kusta sebagaimana engkau lari dari singa." (HR al-Bukhari). "Yang sakit jangan mendekat kepada yang sehat." (HR Muslim).

Menurut Fikih Muwazanah, pilihan kedua, Salat Tarawih di rumah berjamaah bersama keluarga (atau sendiri bagi yang harus sendiri) untuk menghindari diri dari potensi penularan menjadi alternatif. Jika otoritas dan medis menyimpulkan bahwa Tarawih di daerah tersebut berpotensi penularan Covid-19. Sebagaimana kaidah, "Mencegah mafsadah (kerusakan) harus didahulukan daripada mengambil kemaslahatan." (As-Suyuthi, asy-Asybah).

Az-Zuhaili menjelaskan, salat (Tarawih) berjamaah bisa ditunaikan bersama istri dan anak-anak serta yang lain di rumah. (Wahbah az-Zuhaily, al-Fiqh asy-Syafi’iyyah, 1/239).

AYO BACA : Tata Cara Salat Tarawih 2 Rakaat Salam dan 4 Rakaat Salam


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar