Yamaha

Baru Buka, Alun-alun Kejaksan Jadi Spot Ngabuburit Warga Cirebon

  Selasa, 13 April 2021   Erika Lia
Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon, yang baru dibuka sehari jelang Ramadan diminati warga sebagai tempat ngabuburit. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Pasca dibuka untuk umum, Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon, menjadi salah satu lokasi incaran warga untuk ngabuburit pada hari pertama Ramadan, Selasa, 13 April 2021.

Sejak sekitar akhir pekan lalu, Alun-alun Kejaksan telah menarik minat masyarakat untuk dikunjungi. Pasca revitalisasi selama sekitar 2 tahun, tampilan alun-alun mengundang rasa penasaran warga.

Naka, begitu dinding seng yang terpasang selama pekerjaan pembangunannya dirobohkan, antusiasme pun membuncah. Tak sekedar terpukau, mereka pun berbondong-bondong menjajal langsung pemandangan baru yang tersaji di hadapannya.

"Bangga, Kota Cirebon akhirnya punya alun-alun yang bagus," ungkap seorang warga Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Regina.

Ia termasuk salah satu warga yang mengunjungi Alun-alun Kejaksan baru bersama keluarganya. Dia menilai, alun-alun baru terasa lebih ramah sebagai ruang publik.

"Sebelumnya Alun-alun Kejaksan begitu-begitu saja, desainnya monoton, nyaris tak bisa untuk rekreasi dan tak ada sarana edukasi," katanya.

AYO BACA: Stabilkan Berat Badan, Begini Menu Sehat Puasa Ramadan ala Sabrina Chairunnisa 
AYO BACA: Sikat Gigi atau Pakai Siwak, Mana Lebih Baik saat Puasa?

Regina menilai pembukaan alun-alun yang bertepatan dengan Ramadan menjadi waktu yang pas. Ia berencana memanfaatkan ruang publik itu sebagai lokasi ngabuburit bersama keluarganya.

Lumayan dekat dari rumah, tempatnya juga bersih dan ada arena bermain anak sehingga bisa bawa anak-anak kemari," tuturnya.

Rencana menanti waktu berbuka puasa di Alun-alun Kejaksan juga dikemukakan Agus, warga Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.

"Lumayan asyik buat nongkrong, pas buat nunggu Maghrib," cetusnya.

Kendati dinilainya bagus dengan adanya ornamen Cirebon yang khas pada gapuranya, Agus menyatakan masih terdapat kekurangan pada alun-alun yang baru.

"Objek swafoto masih kurang. Apalagi denger-denger pembangunannya sampai miliaran rupiah, tapi segini (yang tampak) belum kelihatan wow-nya," beber dia.

Agus pun berharap, ke depan tampilan dan fasilitas Alun-alun Kejaksan akan lebih baik dan lengkap. Dia menghendaki Alun-alun tersebut sebagai salah satu ikon terbaik di Kota Cirebon. 

Alun-alun Kejaksan direvitalisasi menggunakan anggaran hibah dari Pemprov Jawa Barat. Prosesnya dimulai pada Juni 2019.
Proyek revitalisasi dimulai pada Agustus 2019 dengan total nilai pekerjaan sekitar Rp45 miliar. Pada 2019, setidaknya Rp30 miliar dialokasikan untuk pembangunannya.

"Pada 2019 anggaran baru 70% atau Rp30 miliar, kemudian sisanya dialokasikan pada 2020," beber Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon, Syahroni.

Pengalokasian dana hibah sempat terhenti pada 2020 akibat refocusing anggaran setelah Covid-19 mewabah. Pekerjaan pun sempat terhenti.

AYO BACA: 2 Macam Doa Berbuka Puasa, Paling Umum dan Mudah Dihafalkan 
AYO BACA: Ini Aturan Jam Kerja PNS/ASN Selama Puasa Ramadhan 2021 

Syaroni menyebutkan, sedianya pekerjaan telah selesai pada Agustus 2020. Pihaknya sempat ragu ihwal kelangsungan revitalisasi.

"Agustus 2020 sempat belum ada kepastian, pekerjaan ini dilanjut atau tidak. Makanya, waktu itu sempat terhenti," terangnya.

Beruntung, pada Desember 2020 Pemprov Jabar meminjam dana dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Menggunakan dana itu, pembangunan alun-alun pun dilanjutkan.

Dengan adanya ketidakpastian kelanjutan pembangunan pada Agustus 2020, pihaknya memperpanjang waktu pekerjaan hingga Desember 2020 (adendeum). Adendeum kembalu berlaku pada Februari 2021, sampai akhirnya pekerjaan rampung April 2021.

Namun begitu, Pemprov Jabar rupanya belum mencairkan dana sisa pembangunan. Beruntung, imbuhnya, penyedia jasa pembangunan Alun-alun Kejaksan berkenan menalangi sampai pekerjaan selesai.

"Pengajuan anggaran sudah, tapi memang belum cair (dari Pemprov Jabar). Kabarnya sedang menunggu pemeriksaan BPK," ungkapnya.

Pemprov Jabar setidaknya masih berhutang Rp4,5 miliar ke penyedia jasa pembangunan. Secara keseluruhan, pihaknya sendiri cukup puas menerima hasil pekerjaan revitalisasi alun-alun.

Meski, di sisi lain, pihaknya menerima sejumlah keluhan warga, misalnya ihwal dinding yang terkelupas. Dia meyakinkan, alun-alun sejauh ini masih dalam pemeliharaan penyedia jasa selama 6 bulan.

AYO BACA: Pengusaha Tak Mampu Bayar THR 2021? Wajib Lakukan Ini 

"Bisa diperbaiki oleh penyedia jasa karena masih dalam masa pemeliharaan 6 bulan," ujarnya.

Dia tak menampik, beberapa hal masih belum sesuai dengan rencana revitalisasi awal. Salah satunya berupa tugu Siliwangi di sekitar simpang empat Siliwangi yang awalnya direncanakan menyatu dengan Alun-alun Kejaksan.

"Buruh waktu menyatukan tugu ke area alun-alun, mungkin nanti bisa dilakukan," tandasnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar