bank bjb
  

Satu-satunya di Indonesia, Jabar Punya Perda untuk Lindungi Pekerja Migran

  Selasa, 13 April 2021   Editor
Satu-satunya di Indonesia, Jabar Punya Perda untuk Lindungi Pekerja Migran
ilustrasi TKI/TKW/PMI. (Antara)

BANDUNG, AYOCIREBON.COM -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuat Peraturan Daerah (Perda) Jabar Nomor 2 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) asal daerah Jabar.

Selain perda, bentuk perlindungan kepada PMI asal Jabar juga digagas melalui Jabar Migran Service Center sebagai bentuk pelayanan bagi PMI. Mulai prarekrutmen, penempatan, sampai pelindungan setelah bekerja. 

AYO BACA: Masuki Ramadan, 7 Kecamatan di Kabupaten Indramayu Zona Merah

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, sebagai provinsi dengan jumlah PMI terbanyak di Indonesia, Pemprov Jabar terus berupaya memberikan perhatian dan pelindungan kepada PMI. 

"Alhamdulillah Jawa Barat sudah ada Perda tentang migran, dan juga sudah ada command center bagi mereka yang butuh ataupun ada yang bermasalah," kata Uu, belum lama ini, dikutip Ayocirebon dari laman resmi Pemprov Jabar, Selasa, 14 April 2021.

Uu menuturkan, pihaknya akan intens menyosialisasikan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang perlindungan PMI. Pihaknya akan berkolaborasi dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

"Insyaallah kami akan menindaklanjuti apa yang menjadi informasi hari ini, karena memang Jawa Barat ini adalah penyumbang migran terbesar ke luar negeri, berarti perlu penanganan yang sangat serius," tuturnya. 

AYO BACA: Larang Mudik, Jabar Sejalan dengan Pemerintah Pusat 

Ketua BP2MI Benny Rhamdani menuturkan, Pemprov Jabar bisa menjadi pionir bagi provinsi lain dengan perda tersebut. "Terima kasih Jawa Barat, provinsi satu-satunya dan pertama yang melahirkan perda pelindungan tentang PMI," ucap Benny.

"Ini mencerminkan kolaborasi yang Insyaallah bisa secara sempurna, ideal, menangani masalah Pekerja Migran Indonesia dari aspek penempatan maupun pelindungan," tambahnya.

Benny berharap komitmen Pemprov Jabar diikuti oleh provinsi lain, mengingat permasalahan PMI tidak bisa ditangani oleh BP2MI sendiri, melainkan harus ada sinergi kolaborasi pusat dengan daerah.

"Mudah-mudahan ini menjadi energi positif, bisa menular dan diikuti menjadi role model bagi provinsi lainnya," harapnya.

AYO BACA: Digitalisasi Jabar, Emil Ngobrol dengan Menkominfo Atasi Blank Spot Internet


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar