bank bjb
  

Tidur Setelah Sahur Masih Boleh, Kok! Begini Saran Dokter

  Rabu, 14 April 2021   Editor
Tidur Setelah Sahur Masih Boleh, Kok! Begini Saran Dokter
ilustrasi. (Pixabay)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Tidur setelah sahur tidak disarankan para dokter karena bisa memicu sejumlah masalah kesehatan, salah satunya kambuhnya gastroesophageal reflux disease (GERD).

Setelah sahur, dr Irsyal Rusad SpPD, makanan belum dicerna dan diserap sempurna. Perut yang masih penuh ini pada waktu tidur akan memberi tekanan lebih besar pada otot katup sfingter esofagus, sehingga isi makanan, termasuk asam lambung mudah naik ke esofagea.

AYO BACA: Seleksi Lowongan Formasi CPNS 2021 Segera Dibuka. Ini Bocorannya!
AYO BACA: Hindari Kekeringan, Petani di Indramayu Percepat Tanam

"Untuk mencegah GERD kambuh, jangan langsung tidur setelah makan sahur," ujarnya, dikutip dari Republika.co.id.

Lalu, kapan waktu terbaik untuk tidur lagi? Dokter spesialis penyakit dalam Primaya Hospital Bekasi Timur, Jawa Barat, itu merekomendasikan, paling tidak tiga jam setelah makan baru tidur.

Selain masalah GERD, tidur langsung setelah sahur juga meningkatkan berat badan. Dari penelitian yang pernah Irsyal baca, kejadian obesitas yang lebih tinggi pada kelompok mereka yang bangun lebih siang dibandingkan dengan yang bangun lebih pagi.

Bagaimana penjelasannya? Belajar dari alam, ayam yang berkokok pagi hari lebih sehat dan bergerak lebih awal. Burung yang mengepakkan sayapnya lebih dini juga begitu.

AYO BACA: Nasib 50 Juta Dosis Kiriman Vaksin Pfizer dari AS Tidak Jelas
AYO BACA: Daftar Menteri yang Diisukan Terkena Reshuffle Pekan Ini

"Mereka yang bangun lebih pagi juga seperti itu, lebih ceria, optimis, lebih bergairah, lebih rajin untuk olahraga, punya pola makan lebih sehat, dan lebih bijak mengelola stres," katanya.

Sebaliknya terjadi pada mereka yang mempunyai kebiasaan bangun lebih siang. Irsyal menyebut, kelompok ini cenderung malas, termasuk olahraga, kehilangan waktu olahraga terbaik pada pagi hari, sering stres, gairah dan semangat kurang, serta pola makan tidak sehat.

"Semua ini meningkatkan risiko obesitas, stres, obesitas, pola makan tidak sehat, ditambah aktivitas fisik yang kurang atau tidak berolahraga cukup dan teratur akan meningkat risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi," ujarnya.

AYO BACA: Bagaimana Jika Keluar Mani Menjelang Imsak? Ini Aturannya
AYO BACA: Berat Badan Kamu Bisa Bertambah saat Kurangi Durasi Tidur 


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar