bank bjb
  

Termasuk Cikampek-Palimanan, Pemerintah Pastikan Tarif Tol Naik

  Rabu, 14 April 2021   Republika.co.id
Termasuk Cikampek-Palimanan, Pemerintah Pastikan Tarif Tol Naik
Tol Cipali. (Ayocirebon.com)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Termasuk ruas Tol Cikampek-Palimanan, pemerintah memastikan bakal menaikan tarif tol tahun ini. Kenaikan tarif tol tersebut berlaku untuk 29 ruas. 

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan hal tersebut sesuai dengan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) yang sudah ditandatangani.

"Sesuai dengan PPJT yang sudah disepakati, memang ada 29 ruas tol yang akan jatuh tempo untuk penyesuaian tarif tahun ini," kata Pelaksana Harian (Plh) Anggota BPJT Mahbullah Nurdin kepada Republika.co.id, Rabu, 14 April 2021.

AYO BACA: Bandara Kertajati Bakal Optimal Didorong Tol Cisumdawu, Bisakah? 
AYO BACA: Pengamat: Membenahi Bandara Kertajati tak Cukup 5 Tahun

Meskipun begitu, Nurdin memastikan hingga saat ini masih belum ada penetapan waktu penyesuaian tarif 29 ruas tol tersebut. Dia mengatakan hal tersebut dilakukan jika Keputusan Menteri PUPR sudah diterbitkan.

Sebelum keputusan tersebut ditetapkan, Nurdin mengatakan peninjauan terhadap standar pelayanan minimal (SPM) perlu dilakukan terlebih dahulu. "Semua harus memenuhi SPM-nya dulu," ujar Nurdin.

Dia menambahkan, nantinya akan ada tim yang dibuat untuk memastikan SPM tersebut terpenuhi. Nurdin menuturkan, masing-masing ruas tol yang akan mengalami perubahan tarif akan memiliki tim penilai pemenuhan SPM.

AYO BACA: Sederet Tantangan 'Bengkel Pesawat' Bandara Kertajati Majalengka
AYO BACA: Fungsi Penerbangan Komersil Bandara Kertajati yang Tak Pernah Terwujud

Dalam penyesuaian tarif tol, pemerintah mengacu pada Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan. Begitu juga dengan Pasal 68 Ayat (1) Peraturan Pemerintah (PP) PP Nomor 30 Tahun 2017 tentang perubahan ketiga atas PP Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol.

Dalam aturan tersebut, tarif jalan tol mengalami penyesuaian setiap dua tahun sekali. Penyesuaian dilakukan dengan dengan evaluasi dan mengikuti pengaruh laju inflasi.

Sebanyak 29 ruas tol tersebut, yakni Solo-Mantingan-Ngawi, termasuk segmen SS Purwodadi/Gondangrejo, Semarang-Solo, Pemalang-Batang, Ngawi-Kertosono, Gempol-Pasuruan, Batang-Semarang, dan Ciawi-Sukabumi (Seksi II). Selanjutnya, Tol Prof Dr Ir Soedijatmo, Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Bakauheni-Terbanggi Besar, Medan-Binjai, Pasuruan-Probolinggo (Seksi I-III), dan Palembang-Indralaya.

Selanjutnya, yakni ruas tol Integrasi Tangerang-Merak dan Jakarta-Tangerang Segmen SS Tomang-Tangerang Barat-Cikupa, Pandaan-Malang Seksi I-IV, Makassar Seksi IV, Kertosono-Mojokerto, Kunciran-Serpong, Surabaya-Gresik, Jakarta-Bogor-Ciawi, Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung, dan Surabaya-Mojokerto.

AYO BACA: Potret Warga Kertajati Majalengka, Mendulang Rupiah di Jalan Rusak
AYO BACA: Daftar Daerah Boleh Lakukan Perjalanan di Masa Larangan Mudik Lebaran 2021

Begitu juga dengan ruas tol Cikampek-Palimanan, Cinere-Jagorawi Seksi I dan II, Pondok Aren-Serpong, Gempol-Pandaan, Lingkar Dalam Jakarta/ Inner Ring Road, Ujung Padang Seksi I dan II, dan Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar