Yamaha

Ombudsman Desak Pertamina Segera Ganti Kerugian Warga Balongan

  Rabu, 14 April 2021   Erika Lia
Pengungsi ledakan kilang minyak Pertamina RU VI Balongan. Berdasarkan data Ombudsman RI, pemulangan pengungsi ke rumah masing-masing telah dilakukan pada 7 April 2021. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Ombudsman RI mendesak Pertamina segera mengganti kerugian warga yang terdampak ledakan kilang minyak RU VI Balongan pada 29 Maret 2021.

Ombudsman mendapati, kegagalan teknologi berkaitan dengan ledakan kilang minyak telah berdampak pada 895 jiwa (353 KK). Para korban berasal dari 4 desa di sekitar kilang minyak Pertamina Balongan, masing-masing Balongan, Sukaurip, Majakerta, dan Tegalurung.

"Kami mendapat data dari BPBD Indramayu yang juga mencatat 35 orang terluka dengan 1 orang di antaranya meninggal dunia," kata anggota Ombudsman, Hery Susanto saat konferensi pers daring penyampaian hasil investigasi Ombudsman terkait kebakaran tangki Pertamina RU VI Balongan, Rabu, 14 April 2021.

Korban meninggal dunia sebab luka-lukanya dan sempat beroleh perawatan di RSPP Jakarta. Bersamanya, tercatat 5 korban luka lain di rumah sakit yang sama.

AYO BACA: 1 Pasien Korban Luka Bakar Ledakan Pertamina Balongan Meninggal
AYO BACA: Bareskim Periksa 52 Saksi Dugaan Kelalaian Kilang Pertamina Balongan Indramayu yang Meledak 

Selain korban luka di RSPP, 4 korban luka lain dirawat di RSP Balongan. Sementara, 25 warga pula tercatat menderita luka ringan.

"Saat ini yang penting, bagaimana penanganan terhadap korban yang mengalami dampak psikomatik," cetus Hery didampingi moderator, Wanton Sidauruk.

Tak hanya korban luka, ledakan telah menyebabkan 2.788 rumah warga di 7 desa dan 48 fasilitas umum maupun tempat ibadah rusak. Dari jumlah itu, baru 1.313 rumah yang telah diverifikasi.

Pihaknya menyesalkan lamanya waktu yang diperlukan untuk memverifikasi dampak akibat ledakan. Ombudsman tak menghendaki Pertamina kelak melupakan tanggung jawab sosial dan morilnya, hingga akhirnya warga harus memperbaiki sendiri rumah mereka. 

"Jangan sampai kemudian ada oknum yang memanfaatkan situasi ini," tegasnya.

Ketiadaan mekanisme mitigasi bencana karena gagal teknologi juga disesalkan pihaknya. Selain pula pengabaian oleh pihak Pertamina atas protes warga yang mencium bau gas menyengat sebelum ledakan.

Ombudsman meminta instansi terkait menyegerakan proses investigasi secara profesional. Upaya itu dinilai perlu sebagai pencegahan terjadinya perulangan insiden.

AYO BACA: Pertamina Diminta Terbuka pada Masyarakat saat Temukan Indikasi Bahaya 
AYO BACA: WALHI Ingatkan Ancaman Kesehatan Warga Balongan 

Sampai kini, penyebab ledakan masih dalam investigasi pihak internal Pertamina bersama pihak independen maupun Bareskrim Polri. Masa investigasi paling lama 3 bulan.

Dari keterangan Pertamina, Ombudsman mengetahui tangki yang terbakar berisi pertalite yang berlokasi di pojok kilang. Jumlah tangki yang terbakar 4 tangki atau 7% dari jumlah 71 tangki kilang Balongan.

Ke-4 tangki yang meledak berada dalam 1 kluster seluas 2 ha. Total volume minyak saat kejadian 25.328 KL.

Ke-4 tangki masing-masing 42-T-301-E berisi 2.038 KL, 42-T-301-F berisi 0 KL, 42-T-301-G berisi 23.290 KL, dan 42-T-201-H berisi 0 KL.

Tangki yang terbakar pertama kali adalah 42-T-301-G pukul 00.57 WIB. Api lantas menyebar ke 3 tangki lain secara berturut-turut 42-T-301-E, 42-T-301-F, dan 42-T-301-H.

"Insiden kebakaran Pertamina tidak memengaruhi pasokan BBM karena dari total 71 tangki di Kilang Balongan, hanya 4 tangki atau 7% dari seluruh BBM yang dihasilkan di Kilang Balongan," papar Hery.

AYO BACA: Bau Gas Awali Ledakan Kilang, Warga Balongan Harusnya Sempat Dievakuasi 
AYO BACA: Pertamina Berulang Sebabkan Bencana Industri, KLHK Didesak Ajukan Pidana 

Dalam kesempatan itu, Ombudsman menyarankan Pertamina dan Pemkab Indramayu meningkatkan early warning system di sekitar lingkungan kilang. Hal ini untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekitar.

Di sisi lain, masyarakat yang terdampak didorong melapor kepada Ombudsman bila mendapati hal-hal dirasa tidak tepat.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar