Yamaha

Tips Puasa Ramadan untuk Pasien Jantung dan Diabetes

  Rabu, 14 April 2021   Editor
ilustrasi penyakit jantung. (Freepik)

AYOCIREBON.COM -- Meski puasa Ramadan banyak memberi manfaat untuk kesehatan, namun orang dengan penyakit tertentu perlu mengadaptasikan diri sehingga ibadah yang dijalankannya itu berjalan lancar.

Tiga ahli kesehatan terkemuka dari Rumah Sakit Universitas Fakeeh, telah mengidentifikasi berbagai kondisi kesehatan yang membutuhkan perawatan ekstra selama berpuasa dan membahas cara meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Dr Ahmed Hassoun, Profesor Klinis dan Konsultan Endokrinologi dan Dr Khaldoun Taha, Konsultan Kardiologi, menekankan pentingnya konsultasi dengan dokter sebelum berpuasa. Apalagi Anda yang memiliki masalah medis kronis sebelumnya.

AYO BACA: Ngupil dan Cium Istri, Batalkah Puasa Kita?
AYO BACA: Resep Simpel Kolak Pisang untuk Menu Buka Puasa

Dr Hassoun mengatakan bahwa masalah kesehatan paling umum yang memerlukan perhatian adalah diabetes. Karena, pasien harus memantau kadar gula darahnya selama berpuasa.

"Pasien perlu memantau kadar gula darahnya dan menyesuaikan waktu pengobatan dengan benar. Hal ini sangat penting karena banyak kasus diabetes yang tidak terdiagnosis," kata Dr Hassoun dikutip dari Gulf News, diberitakan Himedik, Rabu, 14 April 2021.

Sementara itu, Dr Taha menekankan perlunya menjaga tekanan darah agar tetap terkendali bagi pasien penyakit jantung.

"Penting untuk memastikan mereka tetap terhidrasi dengan baik. Mereka harus minum antara satu setengah hingga dua liter air setiap hari," kata Dr Taha.

AYO BACA: Menu Susu Segar untuk Buka Puasa, Bisa Bantu Jaga Kekebalan Tubuh
AYO BACA: Begini Menu Sehat Puasa Ramadan ala Sabrina Chairunnisa

Sayangnya, banyak orang yang berpuasa sering kali mengonsumsi makanan manis dalam porsi besar ketika berbuka puasa. Bahkan, terkadang makanan yang dikonsumsi tinggi lemak, gula dan garam.

Reshma Devjani, Clinical Dietitian, mengatakan makanan berbuka puasa harus sesuai dengan pola makan sehat dan teratur. Jangan mengonsumsi semabarang makanan dan manis dalam porsi besar.

Dr Hassoun dan Reshma juga menekankan pentingnya berbuka puasa dengan kurma, karena tidak hanya menyediakan gula sehat tetapi juga memberi energi pada tubuh.

AYO BACA: Sikat Gigi atau Pakai Siwak, Mana Lebih Baik saat Puasa?
AYO BACA: 2 Macam Doa Berbuka Puasa, Paling Umum dan Mudah Dihafalkan 

Kurma juga memberikan elektrolit, serat dan nutrisi lainnya yang dibutuhkan oleh berpuasa selama berjam-jam. Meskipun kurma baik bagi pasien diabetes, mereka tidak boleh makan dalam jumlah berlebihan.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar