bank bjb
  

Pilih Tidak Mudik, Pakar: Bagus untuk Kesehatan Ekonomi dan Warga Indonesia

  Kamis, 15 April 2021   Editor
Pilih Tidak Mudik, Pakar: Bagus untuk Kesehatan Ekonomi dan Warga Indonesia
ilustrasi penyekatan mudik. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Pelarangan mudik dari sudut pandang kesehatan saat pandemi Covid-19 dinilai sebagai langkah yang tepat. Pasalnya, memaksakan mudik dalam kondisi seperti saat ini bisa menimbulkan lonjakan kasus positif Covid-19. 

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany menjelaskan, Covid-19 penularannya terjadi antar manusia dalam jarak dekat, tidak melalui perantara seperti flu burung. Sehingga solusi terbaik adalah membuat jarak atau kontak antar manusia sedikit mungkin.

Sementara mudik berpotensi menciptakan kerumunan, baik saat perjalanan maupun di kampung halaman. Apalagi, lanjut Thabrany, jika berkumpul itu sifat manusia kerap lupa menjaga jarak atau menerapkan protokol kesehatan.

AYO BACA : Pemudik Harus Putar Otak, Polisi Bakal Lakukan Penyekatan 24 Jam

"Ini kalau tidak dikendalikan akan menimbulkan kasus baru," ujar Thabrany, tertulis dalam keterangan resmi, Kamis, 15 April 2021.

Soal anggapan mudik bisa menggerakkan ekonomi daerah, Thabrany mengatakan, banyak hal lain yang bisa dilakukan selain mudik. Misalkan, ongkos mudik yang nilainya tidak sedikit bisa dialihkan untuk investasi di daerah. Menurutnya, ongkos mudik sekeluarga itu tidak murah, bahkan mungkin bisa untuk membeli sebidang tanah di daerah.

Lagi pula, ujar dia, saat ini amat mudah mengirim uang untuk keluarga atau sanak saudara di daerah melalui layanan perbankan. Uangnya tetap bisa dibelanjakan di kampung halaman dan roda perekonomian di daerah tetap berjalan tanpa harus mudik. "Jadi ongkos mudik bisa digunakan hal yang lebih produktif," ujar dia.

AYO BACA : 2 Warga Indonesia Maling Bantuan Covid-19 Warga Amerika

Sebaliknya, jika muncul lonjakan kasus baru karena memaksakan mudik justru akan menyebabkan pemerintah mau tidak mau akan melakukan pengetatan lagi yang menyebabkan juga orang makin tidak bergerak dan berdampak pada ekonomi. Sehingga jangka panjangnya, kalau tidak dilarang mudik justru dampak pertumbuhan ekonomi akan lebih besar.

"Karena lonjakan kasus baru akan menimbulkan reaksi ketakutan baru. Ekonomi melambat juga," tegasnya.

Sementara itu, kepolisian akan memperketar pemeriksaan di beberapa titik pada Ramadhan ini untuk menghalau pemudik. “Kita sudah memetakan lokasi-lokasi mulai dari Lampung sampai Bali untuk mencegah masyarakat yang mudik. Ada 333 titik penyekatan yang kita siapkan, baik jalur tol maupun arteri,” terang Kabag Ops. Korlantas Polri Kombes Pol Rudi Antariksawan.

Sejak 12 April hingga 5 Mei mendatang, kepolisian menggelar Operasi Keselamatan untuk mengantisipasi lonjakan pemudik yang hendak melakukan perjalanan kembali ke kampung halaman. “Lalu, kita akan melakukan penyekatan sesuai dengan perintah pemerintah tanggal 617 Mei 2021,” terang Rudi Antariksawan.

AYO BACA : Polri Beri Lampu Hijau Mudik di Luar Masa Larangan


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar