bank bjb
  
Yamaha

PSSI Kenalkan Filosofi Sepak Bola Indonesia, Netizen Malah Bercanda

  Jumat, 16 April 2021   Editor
PSSI Kenalkan Filosofi Sepak Bola Indonesia, Netizen Malah Bercanda
Ilustrasi pemain timnas Indonesia. (PSSI)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- PSSI lewat akun Instagram resminya @pssi, mengenalkan filosofi sepak bola Indonesia. Filosofi ini kata PSSI, dikenal dengan dengan sebutan Filanesia. Menurut PSSI, Filanesia dibentuk sejak 2017.

"Indonesia memiliki filosofi sepak bola yang dikenal dengan Filanesia. Filosofi yang dibentuk sejak tahun 2017 ini merupakan fondasi dan karakter sepak bola Indonesia, baik untuk pembinaan usia dini sampai profesional dari segi individu maupun tim," tulis PSSI, dikutip oleh Ayocirebon, Jumat, 16 April 2021.

Diterangkan oleh PSSI, pembentukan Filanesia telah dilakukan sejak awal tahun 2017 di bawah komando Direktur Teknik PSSI Danurwindo, di mana gaya sepak bola khas Indonesia ini sudah menjalani studi, praktek lapangan, diskusi panel, dan seminar dengan seluruh pelatih Liga 1, praktisi olahraga, adn personel teknis lainnya.

Lebih jauh, Filanesia memberikan panduan dalam hal lingkup sepak bola, seperti penjenjangan latihan berdasarkan usia, pengembangan teknis pemain, dan ciri-ciri bermain di lapangan.

Namun, menurut PSSI, kurikulum pembinaan sepak bola Indonesia ini bukan untuk menyeragamkan taktik setiap klub, tetapi merupakan ciri pemain Indonesia di pentas Internasional.

Di dalam Filanesia, sebut PSSI, telah dikelompokkan menjadi beberapa fase latihan berdasarkan kelompok umur. Antara lain fase pengenalan untujk usia 6-9 tahun, fase pengembangan skill untuk usia 10-13 tahun, dan fase permainan untuk usia 14-17 tahun.

Unggahan PSSI ini mendapat beragam komentar dari netizen. Ada yang mengapresiasi Filanesia, namun ada juga netizen yang menjadikan unggahan tersebut jadi bahan candaan.

"filosofi sepak bola indonesia ialah long pass terus lari-lari," ujar @aggprtama.

"Passing bentar, habis itu gocek bola, baru long pass, long ball, lari, lari, lari, pokoknya harus tetap semangat, main ngotot," ujar pengguna akun @mirza_mahendra17.

"Filanesia = Lari gak jelas, passing buruknya minta ampun, minim taktik, yang penting bola masuk gol," ujar akun @azizamaar.

"Gojak gojek bawa sampe pinggir lapangan, abistu crossing,, trus long ball long ball," ujar @febriandip_.

Ada juga netizen yang serius menanggapi unggahan ini. Dia menyoroti kualitas para pemain di kompetisi utama sepak bola Indonesia.

"Pembinaan sudah baik, maka akan melahirkan pemain muda terbaik. Yang jadi persoalan, pemain muda yang promosi di tim utama di setiap klub paling hanya 2-3 pemain. Nah apakah mereka bisa merubah karakter karakter sepakbola menjadi lebih baik? Atau malah mereka yang dirubah oleh lingkungan di tim utama? Ini menjadi catatan, bahwa persoalannya bukan hanya sebatas pembinaan, pembinaan harus diperbaiki, tapi kualitas pemain di kompetisi utama(tim utama) juga harus dirubah agar pemain muda yang bergabung tidak sia sia," kata akun @inzenfootball.

Atau akun @murad_puka, yang mempertanyakan alasan Filanesia bisa terlahir sebagai filosofi sepak bola Indonesia.

"Filanesia, filosofi sepakbola indonesia, apa landasan pointnya sehingga lahir filanesia, di vietnam dan thailand mereka sesuaikan dengan karakter budaya mereka, sementara kita belum mampu menerapkan sesuai dengan jiwa dan karakter bangsa indonesia yang terkenal kuat mengarungi samudra karena indonesia lahir dari wilayah maritim kepulauan. Harusnya ini menjadi pondasi awal bagi sepskbola bangsa kita."


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar