bank bjb
  
Yamaha

Dokter Pembuat Video TikTok Lecehkan Perempuan Dituntut Cabut Izin Praktik

  Minggu, 18 April 2021   Idham Nur Indrajaya
Dokter Pembuat Video TikTok Lecehkan Perempuan Dituntut Cabut Izin Praktik
Penggalan pernyataaan sikap KOMPAKS terhadap dr. Kevin Samuel karena diduga melanggar kode etik dokter dengan membuat konten video yang mengandung unsur pelecehan.

BANDUNG, AYOCIREBON.COM -- Dokter diduga pembuat video TikTok dengan nama akun @dr.kepinsamuelmpg kena tuntunan cabut izin praktik. Hal ini tertuang dalam pernyataan sikap Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual (KOMPAKS) dan gerakan Dokter Tanpa Stigma.

Video dokter tersebut dikecam oleh banyak pihak karena terindikasi mengandung unsur pelecehan terhadap perempuan. Salah satu poin yang diangkat dalam pernyataan sikap tersebut adalah desakan supaya dokter yang bersangkutan dicabut Surat Izin Praktik-nya.

Mengacu kepada pernyataan sikap tersebut, dokter yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran sebagai berikut:

1. Pelanggaran Kode Etika Dokter Indonesia (KODEKI).

  • Pasal 1: Setiap dokter wajib menjunjung tinggi, menghayati, dan mengamalkan sumpah dan atau janji dokter.
  • Pasal 2: Seorang dokter wajib selalu melakukan pengambilan keputusan profesional secara independen dan mempertahankan perilaku profesional dalam ukuran yang tertinggi.
  • Pasal 8: Setiap dokter wajib dalam praktik medisnya memberikan pelayanan secara kompeten dengan kebebasan teknis dan moral sepenuhnya disertai rasa kasih sayang  (compassion) dan penghormatan atas martabat manusia.

2. Pelanggaran Sumpah Dokter

  • Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan

  • Saya akan menjalankan tugas dengan cara yang terhormat dan bersusila sesuai dengan martabat pekerjaan saya sebagai dokter.

  • Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur profesi kedokteran.

  • Saya tidak akan menggunakan pengetahuan saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan perikemanusiaan, sekalipun diancam.

  • Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai saat pembuahan.

  • Saya akan mengutamakan kesehatan pasien dengan memperhatikan kepentingan masyarakat.

Mengacu kepada pernyataan KOMPAKS, bentuk diskriminasi tenaga medis terhadap perempuan melalui konten video di media sosial bukan terjadi untuk yang pertama kali. Bahkan, menurut data yang dihimpun oleh Catatan Tahunan Komnas Perempuan, kekerasan berbasis gender siber (KBGS) mengalami peningkatan sebesar 375% selama masa pandemi Covid di tahun 2020.

dr. Sandra Suryadana, pendiri gerakan sosial Dokter Tanpa Stigma, turut serta dalam pernyataan sikap terhadap pemilik video yang diketahui bernama dr. Kevin Samuel. Menurut Sandra, sikap Kevin bertentangan dengan nilai etis dan kemanusiaan yang dijunjung tinggi dalam profesi dokter.

"Dokter seharusnya mampu memberikan rasa aman dan nyaman pada pasien dalam setiap konsultasi kesehatan maupun dalam keseharian. Di era digital saat ini, dokter seharusnya mampu memanfaatkan media sosial untuk mengedukasi masyarakat demi tercapainya kesehatan masyarakat yang lebih baik," ujar Sandra.

Atas perbuatan dr. Kevin, KOMPAKS dan Dokter Tanpa Stigma mengajukan tuntutan kepada:

  1. IDI Jakarta Selatan, sebagai IDI tempat yang bersangkutan bernaung, untuk segera mengajukan permasalahan ini kepada MKEK IDI.
  2. MKEK IDI untuk segera mengusut permasalahan ini dan memberi sanksi tegas kepada dokter yang bersangkutan, yaitu mencabut SIP dan keanggotaan IDI dokter yang bersangkutan.
  3. PB IDI untuk membuat aturan tegas bagi tenaga medis yang melecehkan pasien dalam bentuk apapun termasuk media sosial dan menyusun kurikulum pembinaan/pelatihan perspektif gender dan HAM pada tenaga medis.
  4. Tenaga medis untuk berperan aktif untuk menciptakan layanan kesehatan berperspektif gender dan senantiasa mengingatkan sejawat lain untuk bersikap profesional dalam bekerja.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar