Yamaha

Jaga Ketahanan Ekonomi, Pemerintah Bahas THR, Bansos, hingga Belanja Online Gratis Ongkir

  Selasa, 20 April 2021   Editor
aktivitas masyarakat di masa pandemi Covid-19. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara upaya penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN), termasuk saat Ramadhan dan menjelang Idulfitri 2021.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto usai  mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 19 April 2021.

Menurut Airlangga, dalam upaya pengendalian Covid-19 jelang Idulfitri, pemerintah mengeluarkan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat, berikut turunan-turunannya.

Sementara untuk mengungkit ekonomi dan daya beli masyarakat, antara lain dilakukan melalui pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) baik untuk pekerja/buruh maupun Aparatur Sipil Negara, prajurit TNI, dan anggota Polri.

“THR untuk pekerja sudah ada SE Menaker Nomor: M 6 tahun 2021, dibayar secara penuh dan paling lama dibayarkan H-7. Kemudian untuk ASN dan prajurit TNI-Polri, ini juga difinalisasi oleh Ibu Menteri Keuangan dan dibayarkan H-10,” ujar Airlangga, dalam keterangan resmi.

Selain itu, pemerintah juga terus melakukan percepatan penyaluran program perlindungan sosial (perlinsos) dan Kartu Sembako.

“Terkait program perlindungan sosial dan sembako, ini juga terus dilakukan (percepatan) dan Mei dan Juni akan dibayarkan di awal bulan Mei. Kemudian bantuan sosial berupa beras, ini sedang dalam pematangan, 10 kilogram dengan sasaran peserta Kartu Sembako non PKH,” papar Airlangga.

Kemudian, diadakan Program Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) Ramadhan yang akan dilaksanakan selama 5 hari menjelang Idulfitri (H-10 sampai H-6). “Ongkos kirim ditanggung oleh pemerintah ataupun platform digital,” ujarnya.

Airlangga juga memaparkan bahwa pada bulan April 2021 terjadi peningkatan pertumbuhan belanja nasional yang cukup tajam.

“Dari hasil monitor data big data dari perbankan, sudah terlihat pertumbuhan belanja nasional di bulan April, mengalami kenaikan yang cukup besar di mana tumbuh 32,48 persen (year-on-year/YoY) untuk yang non-seasonally adjusted dan 13,11 persen (YoY) untuk yang seasonally adjusted,” ungkapnya.

Selain capaian Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Maret 2021 yang mencatatkan rekor tertinggi di level 53,2, sektor industri juga mencatatkan pertumbuhan penerimaan yang cukup signifikan.

“Penerimaan sektor industri, ini mengalami kenaikan, yaitu tumbuh 10,26 persen (YoY), itu untuk non-seasonally adjusted dan 1,46 persen (YoY) yang seasonally adjusted,” ujar Airlangga.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar