Yamaha

Cara Menghitung THR Bagi Karyawan yang Kerja dibawah 1 Tahun

  Selasa, 20 April 2021   A. Dadan Muhanda
Ilustrasi THR. Cara Perhitungan THR Bagi Karyawan yang Bekerja dibawah 1 tahun

AYOCIREBON.COM—Tunjangan hari raya alias THR merupakan salah satu upah yang wajib dibayarkan kepada karyawan baik swasta maupun pegawai negeri dalam menghadapi hari raya Lebaran.

Aturan THR dan perhitungannya sudah ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja melalui Permenaker No.6/2016. THR bagi yang bekerja lebih dari setahun diberikan satu kali gaji. Namun, bagaimana jika bekerja kurang dari satu tahun, misalnya baru bekerja 2 bulan, bekerja 3 bulan, bekerja 4 bulan, atau baru bekerja lima bulan, apakah tetap mendapatkan THR?

Tentu saja semua karyawan dapat namun proporsional bagi karyawan yang bekerja di bawah satu tahun.

 

Dalam pasal 3 ayat 1 Permenaker No.6/2016 besaran THR ditetapkan  sebagai berikut:

1.            Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih sebesar 1 (satu) bulan upah.

2.            Pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secra proporsional dengan masa kerja yakni dengan perhitungan masa kerja/12 x 1 (satu) bulan upah .

 

BAGAIMANA CARA MENGHITUNG THR?

Seperti dikutip dalam gajimu.com, untuk lebih jelas mengenai perhitungan THR, berikut Gaji berikan beberapa contoh kasus :

1. Contoh Kasus I

Aliya telah bekerja sebagai karyawan di PT. B selama 5 tahun, Aliya mendapat upah pokok sebesar Rp. 4.000.000, tunjangan anak Rp. 450.000, tunjangan perumahan Rp. 200.000, tunjangan transportasi dan makan Rp. 1.700.000. Berapa THR yang seharusnya didapa oleh Aliya?

Jawaban :

Rumus untuk menghitung THR bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan adalah 1 x Upah/bulan. Upah disini adalah jumlah gaji pokok ditambah tunjangan tetap.

Gaji Pokok                 : Rp. 4.000.000

Tunjangan Tetap      : Rp. 450.000 + Rp. 200.000 ; Rp. 650.000

Tunjangan transportasi dan makan merupakan tunjangan tidak tetap, karena tunjangan tersebut diberikan secara tidak tetap (tergantung kehadiran).

Jadi, perhitungan THR yang berhak didapat oleh Aliya adalah sebagai berikut :

1 x (Rp. 4.000.000 + Rp. 650.000) = Rp. 4.650.000

AYO BACA : Jadwal Pencairan THR Lebaran 2021 untuk PNS dan TNI/Polri

2. Contoh Kasus II

Budi telah bekerja sebagai karyawan kontrak di PT. X selama 7 bulan. Budi mendapat upah pokok sebesar Rp 2.500.000 ditambah, tunjangan jabatan Rp 300.000 dan tunjangan transportasi Rp 500.000 dan tunjangan makan Rp. 500.000. Berapa THR yang bisa didapat Budi?

Jawaban :

Rumus untuk menghitung THR bagi pekerja yang mempunyai masa kerja 3 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan adalah

Perhitungan masa kerja/12  x  Upah 1 bulan (gaji pokok + tunjangan tetap)

Gaji Pokok                 : Rp. 2.500.000

Tunjangan Tetap      : Tunjangan Jabatan : Rp. 300.000

Tunjangan transportasi dan makan merupakan tunjangan tidak tetap, karena tunjangan tersebut diberikan secara tidak tetap (tergantung kehadiran).

Jadi, perhitungan THR yang berhak Budi dapatkan adalah :

7/12 x (Rp. 2.500.000 + Rp. 300.000) = Rp. 1.633.333

 

 BAGAIMANA CARA MENGHITUNG UPAH 1 (SATU) BULAN BAGI PEKERJA/BURUH KERJA HARIAN?

1. Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan atau lebih, upah 1 (satu) bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yanng diterima dalam 12 (dua belas) bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

2. Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 (dua belas) bulan, upah 1 (satu) bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

 

 

 

 

 

 


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar