bank bjb
  

Dipakai Indonesia, WHO Belum Luluskan Vaksin Sinovac

  Rabu, 21 April 2021   Icheiko Ramadhanty
Dipakai Indonesia, WHO Belum Luluskan Vaksin Sinovac
Vaksin Sinovac yang WHO belum luluskan. (Ayobandung.com/Kavin Faza_

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Vaksin Sinovac yang dipergunakan untuk program vaksinasi nasional ternyata belum lulus sesuai syarat Organinasi Kesehatan Dunia (WHO).

WHO sendiri merilis data penilaian terkait vaksin Covid-19 yang saat ini terdaftar secara resmi di organisasi naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu.

Dalam daftar tersebut, terdapat sejumlah vaksin-vaksin yang saat ini beredar dan sedang digunakan di beberapa negara.

AYO BACA: Nasib 50 Juta Dosis Kiriman Vaksin Pfizer dari AS Tidak Jelas
AYO BACA: Pemerintah Pastikan Penggunaan Sinovac Sebelum Masa Simpan Vaksin Habis

Dalam tabel penilaian WHO itu, salah satu vaksin yang saat ini banyak digunakan di Indonesia, Sinovac, ternyata belum memenuhi syarat kelulusan (status of assessment) dari WHO.

Penilaian tersebut dikeluarkan WHO per 14 April 2021. Adapun status vaksin buatan China itu masih tertulis ‘in progress’ dalam penilaian WHO.

Menanggapi hal tersebut, seorang pejabat WHO untuk kawasan Eropa, Siddhartha Datta, mengatakan bahwa WHO akan membuat keputusan terkait perizinan kelulusan Vaksin Sinovac untuk penggunaan darurat pada akhir April atau Mei.

“Kami akan memutuskan terkait keputusan penggunaan darurat dari Sinopharm dan Sinovac pada April atau awal Mei,” ujar Datta dilansir dari channelnewsasia.com, Kamis 15 April 2021.

AYO BACA: BLT BPJS Ketenagakerjaan atau Bantuan Subsidi Upah Masih Bisa Cair Setelah Lebaran 2021
AYO BACA: Nathalie Holscher Pastikan Gugat Cerai Sule Usai Lebaran

Sejauh ini berdasarkan tabel tersebut, WHO telah meluluskan assessment dari vaksin Pfizer, Astrazeneca yang dibuat oleh Serum Institute of India, Astraneneca-SKBio Korea, dan Johnson. 

Sejauh ini pemerintah sendiri masih gencar melakukan vaksinasi Covid-19. Terdata sekira 17 juta dosis vaksin disuntikkan menurut laporan Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, Selasa, 20 April 2021.

17 juta dosis tersebut disuntikkan untuk 11 juta orang pada fase pertama, dan 6,1 juta pada fase kedua vaksinasi.

Pemerintah pada Minggu, 18 April 2021, mendatangkan enam juta bahan baku (bulk) Vaksin Sinovac.

Menurut Menkes Budi G Sadikin, enam juta bulk tersebut merupakan bagian dari 140 juta bulk vaksin yang bakal diterima Indonesia.

“Enam juta bulk vaccine dari Sinovac, China, yang merupakan bagian dari pengiriman 140 juta bulk vaccine yang akan kita terima tahun ini,” kata dia.

AYO BACA: Hukum Bekam Saat Puasa Ramadhan 2021
AYO BACA: Waktu yang Tepat Membayar Zakat Fitrah Lebaran 2021


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar