Yamaha

Analisa Psikolog soal Joseph Paul Zhang yang Resahkan Umat Islam

  Kamis, 22 April 2021   Idham Nur Indrajaya
Jozeph Paul Zhang. (YouTube)

BANDUNG, AYOCIREBON.COM -- Joseph Paul Zhang membuat publik khususnya kalangan muslim geram lantaran ujaran-ujarannya terkait Islam. Menurut psikolog penulis buku biopsikologi, Efnie Idrianie, mencoba menilai bahwa perbuatan yang dilakukannya itu tidak terlepas dari pengalaman di masa lalu.

"Fenomena Paul Zhang yang terjadi saat ini memang sangat memprihatinkan. Tapi, jika dilihat dari sudut pandang psikologi, ini lebih ke arah hal yang sifatnya personal," ujar Efnie kepada Ayobandung.com, grup Ayocirebon.com, Kamis, 22 April 2021.

Penelusuran terhadap masa lalu Joseph sedikit banyaknya bisa lebih memberi kejelasan atas motif perilaku Joseph yang dinilai oleh banyak pihak sebagai bentuk pelecehan terhadap agama Islam.

Menurut Efnie, pelecehan yang diekspresikan oleh Joseph kemungkinan dilatarbelakangi oleh akumulasi pengalaman di masa lalu yang berkenaan dengan agama yang dijelek-jelekannya.

AYO BACA: Jozeph Paul Zhang, Pengaku Nabi ke-26 Belum Terlacak Polisi

"Memang lebih baik ditelusuri, apakah ada peristiwa yang terjadi dalam perjalanan hidupnya yang membuat ia menjadi bersikap antipati terhadap religi tertentu Dalam hal ini, agama Islam. Seseorang bisa seperti ini karena memang sudah terjadi proses yang cukup panjang, bukan sesaat," ujar Efnie.

Pengalaman-pengalaman tertentu dalam hidup seseorang bisa mengakibatkan tidak berfungsinya bagian otak tertentu. Dalam kasus orang yang melakukan agresi-agresi ekstrem seperti Joseph, Efnie berpendapat hal itu bisa disebabkan oleh kurang berfungsinya bagian otak yang menentukan apakah seseorang memiliki kebijakan berpikir atau sebaliknya.

"Perilaku yang ia tampilkan menjadi ekstrem, hal itu terkait dengan kepribadian yang ia miliki. Jika seseorang fungsi prefrontal lobe otaknya (bagian otak yang mengendalikan kebijaksanaan berpikir) tidak dioptimalkan dengan baik, maka perilaku akan ekstrem, di luar nalar, dan bernuansa kriminal," tegas Efnie.

Jika apa yang dilakukan oleh Joseph memang berkaitan dengan reaksi atas apa yang terjadi pada dirinya di masa lalu, Efnie pun menilai bahwa reaksinya itu tidak lantas membuat dirinya akan menjadi lebih baik.

AYO BACA: Jozeph Paul Zhang Bela PKI, Singgung Era Soekarno Banyak Jenderal Hidup Hedon 

Menurut Efnie, tindakan-tindakannya itu justru akan semakin memperparah kondisi amigdala dirinya dan akan semakin membuat dia berperilaku ekstrem. Untuk diketahui, amigdala adalah komponen otak yang mengatur emosi dan perilaku pada seseorang.

"Jika seandainya memang punya peristiwa yang tidak mengenakkan di masa lalu, maka  ekspresi yang ia lakukan sekarang tidak selalu bisa membuatnya puas, namun lebih sebatas reaksi agresi semata. Reaksi agresi ini pun akan terus memicu amarah pada diri yang bersangkutan dan merusak amigdala otak sehingga perilakunya tidak terkendali," ujar Efnie. 


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar