Yamaha

Selalu Buka Puasa dengan Gorengan Berbahaya Bagi Tubuh

  Kamis, 22 April 2021   Editor
Selalu Buka Puasa dengan Gorengan Berbahaya Bagi Tubuh. (Pixabay/ashishacoway)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Buka puasa dengan memakan gorengan memang lebih praktis juga enak. Namun selalu mengandalkannya untuk hidangan berbuka tidak baik untuk tubuh.

Walau rasanya gurih dan renyah ketika dilahap, gorengan tidak dianjurkan jadi makanan pertama saat buka puasa. Sebabnya, kandungan lemak pada gorengan lebih dominan sehingga untuk mencernanya, perut mesti bekerja lebih lama.

Menurut ahli gizi dari Fakultas Kesehatan Universitas Siliwangi, Dika Betaditya, pada dasarnya bahan yang digunakan dalam gorengan merupakan bahan pangan yang tidak berisiko. Masalah muncul saat makanan itu digoreng.

AYO BACA: Analisa Psikolog soal Joseph Paul Zhang yang Resahkan Umat Islam
AYO BACA: Persija vs Persib, Sudirman dan Robert Alberts Lempar Psywar

"Sumber lemak dalam gorengan dari minyak kelapa yang digunakan merupakan sumber asam lemak jenuh yang jika terkena suhu pemanasan yang tinggi akan teroksidasi dan berubah menjadi asam lemak trans yang memiliki efek terhadap peningkatan kadar kolesterol darah," kata Dika, Kamis, 22 April 2021.

Di samping itu, cara menggoreng dan berapa kali minyak goreng digunakan juga menjadi penentu bagaimana dampak gorengan terhadap tubuh.

Dika menjelaskan, cara menggoreng dengan teknik deep frying atau merendam bahan makanan ke dalam minyak goreng pada suhu tinggi 163-196 derajat celcisu, dapat menyebabkan kerusakan pada minyak goreng.

AYO BACA: THR 2021 Karyawan Swasta, Cara Hitung Besaran dan Jadwal Cair 
AYO BACA: Resep Gampang Menu Buka Puasa Es Alpukat Gula Aren 

Selain itu, vitamin A, D, E, dan K yang larut dalam lemak atau kandungan yang terdapat dari bahan lainnya juga akan mengalami kerusakan.

Karenanya, penggunaan minyak goreng secara berulang sebisa mungkin dihindari untuk meminimalisir perubahan struktur kimia pada minyak goreng.

Lalu, selain meningkatkan kolesterol darah, mengonsumsi gorengan secara berlebih dapat menimbulkan gaya hidup aterosklerotik, taitu pergeseran pola makan dengan di dalamnya mengandung asupan lemak tinggi seperti asam lemak jenu dan kolesterol. 

"Apabila sudah seperti itu dapat  memicu aterosklerosis yaitu penumpukan plak yang mengakibatkan penyempitan pembuluh darah dan berisiko terhadap penyakit jantung koroner, dislipidemia. Selain itu, penyakit degeneratif seperti obesitas bisa menjadi dampak lainnya" tutup Dika. (Maswanajih)

AYO BACA: Profil Ahmad Djuhara, Arsitek yang Namanya Dijadikan Ruang Kreatif di Cirebon 
AYO BACA: Kabar Gembira! Generasi Muda Cirebon Raya 'Dilarang' Emil Keluar Kota


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar