Yamaha

Larangan Mudik Direvisi, Organda: Bikin Bingung, Makin Merugi

  Jumat, 23 April 2021   Gelar Aldi S
ilustrasi -- Sopir mogok massal memprotes keberadaan angkutan berbasis online.(Ayobandung.com)

BANDUNG, AYOCIREBON.COM -- Pemerintah pusat merevisi larangan mudik Lebaran Idulfitri 2021. Aturan ini resmi dikeluarkan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 dalam Addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021.

Satgas Covid-19 merevisi aturan tersebut berupa pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 sebelum larangan mudik dan periode H+7 pasca masa peniadaan mudik yang berlangsung pada 6 - 17 Mei 2021.

Maka, dalam SE itu kini periode larangan mudik menjadi satu bulan, dari 22 April hingga 24 Mei 2021.

AYO BACA : Uu Ajak Warga Cirebon Bangkitkan Lagi Perekonomian

Menanggapi hal itu, Ketua DPD Organda Jabar, Dudi Suprinda menilai kebijakan dalam addendum SE yang baru itu merupakan ambivalen. Kondisi itu membuat para pelaku usaha jasa transportasi kebingungan dan semakin merugi.

"Kami hampir apatis. Jelas itu merugikan buat kami," ujarnya ketika dihubungi pada Jumat, 23 April 2021.

"Yang kami pikirkan adalah ketika dilonggarkannya mudik, maka bisa menghidupkan dunia transportasi (darat) dan juga bisa menghidupkan UMKM di lapangan," kata Dida melanjutkan.

AYO BACA : Isi Lengkap Addendum Surat Edaran Peniadaan Mudik Idulfitri 2021

Ia berharap, Pemprov Jabar memberikan kelonggaran untuk masyarakat dalam melakukan tradisi mudik di dalam satu provinsi.

Karena, lanjut Dida, aglomerasi pada Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Soreang, Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat, baik dari Kabupaten maupun Kota, masyarakatnya itu sudah saling berinteraksi satu sama lain, sehingga penetapan aglomerasi tidak akan berpengaruh jika aglomerasi hanya sebatas wilayah Bandung Raya.

"Kalau wilayahnya ditingkatkan seperti Bandung ke Cirebon, atau ke Garut, itu baru terasa dampaknya," terangnya.

"Bisa lintas wilayah, jadi bisa mendongkrak perekonomian," tandasnya.

AYO BACA : Organda Jabar Usulkan Mudik Lokal Satu Provinsi


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar