bank bjb
  

Uu Minta ASN di Jabar Jadi Contoh Turuti Larangan Mudik

  Minggu, 25 April 2021   Ananda Muhammad Firdaus
Uu Minta ASN di Jabar Jadi Contoh Turuti Larangan Mudik
Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum. (Dok Humas Pemprov Jabar)

KESAMBI, AYOCIREBON.COM -- Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul meminta aparatur sipil negara (ASN) di Provinsi Jawa Barat menjadi contoh masyarakat terkait larangan mudik.

Ia menegaskan ASN di lingkungan Pemda Provinsi Jawa Barat dilarang melakukan mudik lebaran tahun 2021.

ASN, kata Uu, harus menjadi contoh masyarakat untuk membatasi mobilitas sehingga dapat mengurangi risiko penularan Covid-19.  

AYO BACA : Wali Kota Cirebon Sebarkan Edaran THR Pekan Depan, Perusahaan Harus Patuh

“Tentu ASN juga dilarang mudik, bahkan kalau ASN melanggar aturan ada sanksi tersendiri yang sesuai dengan protapnya,” kata Uu di Cirebon, belum lama ini.

Dia mengatakan, ASN harus menjadikan suri tauladan sebagai abdi negara, sebagai tokoh di masyarakat untuk mengikuti apa yang diharapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

"Larangan mudik berlaku bagi semua masyarakat Indonesia. Jika ada keperluan mendesak dan bukan mudik, masyarakat harus memiliki surat izin perjalanan," ucapnya.

AYO BACA : Mengatur Pola Tidur Sehat Saat Puasa Ramadhan

Menurut Uu, jika ASN ada keperluan mendesak dan harus keluar rumah, maka yang bersangkutam harus membawa surat izin dari setingkat Eselon II.

“Kalau dia ASN harus ada keterangan dari Eselon II. Kalau bekerja di pihak swasta harus ada keterangan dari pimpinan perusahaan. Kalau pekerja sektor informal dan masyarakat umum harus mendapat keterangan dari kepala desa / lurah sehingga ada tanda kalau dia bukan mudik, tapi hanya bekerja,” tuturnya.

Dia menyatakan, Pemerintah  Provinsi Jawa Barat intens memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten / kota di Jabar, dan pemerintah provinsi yang berbatasan langsung dengan Jawa Barat. Dengan kolaborasi dan koordinasi yang kuat, mobilitas masyarakat diharapkan dapat dibatasi.

“Pemda Provinsi sudah menunjuk 133 titik di perbatasan untuk mengadakan posko, yang akan diisi oleh aparat Polisi, TNI, insan-insan kesehatan, Dishub dan Satpol PP,” imbuhnya.

AYO BACA : Polisi Awasi Lab dan Rumah Sakit Jual Surat Bebas Covid-19


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar