bank bjb
  

Hukum dan Hadist Menggunakan Obat Tetes Mata Saat Puasa Ramadhan

  Senin, 26 April 2021   A. Dadan Muhanda
Hukum dan Hadist  Menggunakan Obat Tetes Mata Saat Puasa Ramadhan
Apakah Menggunakan Obat tetes Mata Membatalkan Puasa (Ilustrasi/shutterstock}

AYOCIREBON.COM--  Hukum menggunakan obat tetes  mata dan puasa bagaimana, apakah membatalkan puasa jika menggunakan obat tetes mata siang hari?

Puasa secara harfiah berarti menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa. Salah satunya, dengan sengaja memasukkan benda ke dalam lubang asli, yakni mulut, lubang telinga, lubang hidung, lubang kemaluan, dan lubang anus.

Lalu bagaimana bila seseorang terbiasa memakai celak lalu datang bulan Ramadan. Apakah harus berhenti memakai celak?

Dikutip dari buku Pembatal Puasa Ramadan dan Konsekuensinya karya Isnan Ansory menyebutkan, hukum memakai celak dibolehkan dan tidak membatalkan puasa. Menurut mayoritas ulama dari kalangan Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i berpendapat, iktihal atau celak tidaklah membatalkan puasa secara mutlak.

Hal ini didasarkan pada hadits berikut: "Dari Aisyah RA, bahwa Rasulullah (SAW) memakai celak mata dalam keadaan berpuasa". (HR. Ibnu Majah) 

Imam Syams al-A’immah as-Sarakhsi al-Hanafi (w. 483 H) berkata dalam al-Mabsuth: "Iktihal tidak membatalkan puasa, meskipun dapat terasa di tenggorokan. Sebab mata bukanlah rongga yang mengalirkan sesuatu ke tenggorokan. Di mana rasa yang didapat di tenggorokan seperti rasa dingin yang menusuk jantung setelah tubuh tersentuh air dingin. Dan hal ini tidak membatalkan puasa."

Imam an-Nawawi asy-Syafi’i berkata dalam al-Majmu’: "Dan dibolehkan bagi yang berpuasa menggunakan celak mata. Berdasarkan riwayat dari Anas, bahwa ia beriktihal saat berpuasa. Dan karena mata bukanlah rongga yang mengalirkan sesuatu ke tenggorkan, maka tidaklah membatalkan puasa benda apa pun yang memasukinya."

Sebagian ulama lain berpendapat penggunaan celak mungkin saja dapat membatalkan puasa, apabila menyebabkan mengalirnya suatu benda melalui mata ke rongga tenggorokan. Dan jika itu terjadi, maka puasanya menjadi batal.

Imam ad-Dusuqi al-Maliki (w. 1230 H) berkata dalam Hasyiahnya ‘ala asy-Syarh al-Kabir: "Bahwa bercelak mata di siang hari (saat berpuasa) tidaklah mebatalkan puasa secara mutlak. Namun jika dipastikan benda yang dimasukkan ke mata mengalir ke tenggorokan, meskipun diragukan, maka puasanya batal. Kecuali jika diyakini tidak masuk ke tenggorokan, maka tidak batal,"

Imam Ibnu Qudamah al-Hanbali (w. 620 H) berkata dalam al-Mughni Syarah Mukhtashar al-Khiraqi: "Adapun al-kuhl, jika rasanya terasa di tenggorokan atau dapat diketahui alirannya ke tenggorokan, maka puasanya batal. Dan jika tidak terasa, maka tidak batal."

Begitu juga hukum menggunakan obat tetes mata dan lensa kontak disamakan dengan memakai celak. Sebagaimana menurut penelitian Abdur Razzaq al-Kindi, bahwa para ulama kontemporer umumnya berpendapat hal tersebut tidaklah membatalkan puasa. 

Karena cairan yang masuk umumnya tidak sampai mengalir ke tenggorokan. Dan inilah keputusan yang diambil oleh Majma’ al-Fiqh al-Islamy yang tertuang dalam Majallah Majma’ al-Fiqh al-Islamy No. 10, Juz 2. Demikian pula diqiyaskan hukum tersebut pada hukum penggunaan lensa kontak yang juga tidak membatalkan puasa.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar