Yamaha

Kuningan Dilanda 114 Bencana Sejak Awal 2021

  Senin, 26 April 2021   Editor
Bencana longsor di Selajambe, Kabupaten Kuningan, Desember 2020. Selama Januari 2021, tanah longsor mendominasi kejadian bencana alam di Kabupaten Kuningan. (ist)

KUNINGAN, AYOCIREBON.COM -- Tercatat sebanyak 114 peristiwa bencana telah terjadi di Kabupaten Kuningan sejak awal tahun 2021 hingga 25 April 2021. Sementara pada 2020, terjadi kejadian bencana sekira 260 kali.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan, wilayahnya memang rawan terhadap bencana. antara lain bencana hidrometeorologi, yang dampaknya dipicu oleh kondisi cuaca dan iklim dan bencana geologi, seperti misalnya erupsi gunung berapi dan gempa bumi.

AYO BACA: Indonesia Terima 4 Juta Dosis Vaksin Astrazeneca Malam Ini 
AYO BACA: E-KTP Transgender, Pengembali Hak Warga Negara

Dia menyampaikan, mencermati perkembangan cuaca melalui informasi BMKG adalah salah satu upaya kesiapsiagaan bencana.

"Sudah menjadi agenda kita semua membangun kemandirian, dan mendorong perencanaan pembangunan tematik." ujar dia dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana di Kantor BPBD Kabupaten Kuningan, Senin, 26 April 2021.

Dia menuturkan, dalam penanggulangan bencana perlu adanya replikasi dan adaptasi mekanisme penanggulangan bencana di beberapa negara maju, sebagai contoh adalah sendai framework, yang diambil dari pola pemerintah jepang.

"Ada implementasi di tataran pemerintah republik Indonesia dalam kesiapsiagaan bencana ada beberapa hal yang dapat dilaksanakan, utamanya adalah dalam rangka mitigasi kebencanaan. Karenanya, upaya pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan harus terus menerus dilakukan." tuturnya.

AYO BACA: 53 Prajurit Awak Kapal KRI Nanggala 402 Diberi Bintang Jasa Jalasena
AYO BACA: Aturan THR Bagi Karyawan Kontrak dan Outsourcing yang Wajib Dapat THR Lebaran 2021

Ia menjelaskan, dalam kegiatan peringatan ini terdapat latihan evakuasi mandiri diawali dengan pemukulan kentongan/lonceng/alarm/sirine sebagai penanda simulasi, tepat pada pukul 10.00 WIB.

"Selanjutnya masyarakat bergerak menuju tempat evakuasi yang aman dan mudah dijangkau masyarakat dalam waktu singkat," jelasnya.

Melalui latihan evakuasi mandiri, Kepala BPBD Kabupaten Kuningan berharap masyarakat semakin tangguh menghadapi bencana. Lebih dari itu, muncul kesadaran “sadar bencana” serta ketegasan dari pemimpin atau kepala daerah.

Dia menambahkan, pentingnya ketegasan dari pemerintah dan para pemegang kebijakannya terhadap 4 langkah kesiapsiagaan bencana harus betul-betul tersampaikan, dapat dipahami, dan menjadi suatu budaya di masyarakat. 

"Sehingga sedari awal semua langkah-langkah kesiapsiagaan bencana dapat diimplementasikan secara mandiri menurut kearifan lokal setempat yang ada di lapisan seluruh masyarakat," ujarnya. 

AYO BACA: Jalur Mudik Indramayu Diawasi Ketat, Mulai dari Jalan Utama hingga Jalur Tikus
AYO BACA: Masa Berlaku Surat Bebas Covid-19 Bagi Calon Penumpang KA Dipersingkat


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar