Yamaha

Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar dan Melihat Tanda Menerimanya

  Senin, 26 April 2021   Editor
Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar dan Melihat Tanda Menerimanya. (Pixabay)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Malam Lailatul Qadar ialah malam yang mendapat tempat spesial di sisi Allah SWT. Allah menyiapkan pada malam tersebut ampunan yang sangat besar juga ganjaran pahala lainnya.

Sangat disayangkan bagi seorang Muslim apabila melewatkan Lailatul Qadar itu. Lailatul Qadar juga disebut sebagai malam 1.000 bulan dan juga diperingati sebagai malam diturunkannya Alquran. 

Sebagaimana dalam surat Al-Qodr ayat 3, yang artinya, jika seorang Muslim beribadah pada malam tersebut, berarti ia mendapat fadhilah ibadah selama 83 tahun lebih, sedangkan belum tentu seorang Muslim bisa hidup selama itu. Tetapi Allah menyiapkan itu untuk umat-Nya. 

Melansir Republika, lalu bagaimana mendapatkan Lailatul Qadar? Dikutip dari buku Meraih Lailatul Qadr, Ahmad Zarkasih mengatakan ada beberapa hal yang bisa dilakukan seorang Muslim untuk meraih Lailatul Qadar, sebagai berikut.

Menghidupkan malam

Menghidupkan malam artinya, mengisi kegiatan malam dengan beribadah, misalnya membaca Alquran. "Barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan ihtisab (mengharapkan pahala), niscaya Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau,” (HR Bukhori)

Kata 'menghidupkan' dalam hadits tersebut ialah kata umum yang berarti apa yang dilakukan pada malam ini tidak terpaku pada satu jenis ibadah. Bisa dengan sholat, membaca Alquran, iktikaf, berzikir, berdoa, dan makan sahur pun termasuk ibadah.

Memperbanyak zikir dan doa

Membanyak zikir adalah salah satu cara paling mulia untuk menghabiskan malam guna mendapat kemulian malam Lailatul Qadar. Apalagi dzikir yang memang benar-benar diajarkan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. 'Laa llaaha Illallah' yang disebutkan dalam hadits bahwa itu ialah afdhalnya zikir.

Selain itu, berdoa juga menjadi suatu keharusan dan kebutuhan seorang hamba kepada penciptanya pada malam itu. Karena salah satu kemuliaan Ramadhan ialah waktu di mana kemungkinan diijabahnya doa seorang hamba.

AYO BACA: Haid tak Halangi Wanita Mendapat Malam Lailatul Qadar

Pada malam-malam 10 terakhir ini, Rasul telah mencontohkan doa yang sering beliau baca dan beliau ajarkan kepada umatnya melalui istrinya Aisyah ra. "Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pemaaf, dan Engkau mencintai maaf, maka maafkan aku," (HR Ahmad, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah)

Memperbanyak tilawah Alquran

Seorang Muslim tidak diharuskan untuk mengkhatamkan Alquran pada satu malam itu. Akan tetap, jika memang mampu dan bisa mengkhatamkan Alquran itu sungguh lebih baik dan tidak diragukan lagi orang tersebut akan mendapat pahala yang besar. 

Melaksanakan sholat

Tidak ada ketentuan berapa rakaat harus sholat di malam hari Ramadhan, termasuk malam-malam 10 terakhir Ramadhan. Tidak ada batasan apakah itu delapan rakaat atau 20 rakaat, bahkan lebih.

Tanda Menerima Malam Lailatul Qadar

Menurut ahli tafsir Alquran M Quraish Shihab , cara memperoleh Lailatul Qadar adalah dengan giat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal itu dapat dilakukan dengan aneka kebajikan.

Dikutip dari buku Quraish Shihab Menjawab: 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui, ia menyebutkan, ibadah-ibadah yang dilakukan secara tulus dan ikhlas akan dapat berbekas dalam jiwa seorang Muslim. Pada akhirnya, seseorang akan merasakan kedamaian, ketenangan, lalu mengubah secara total sikap hidupnya menjadi lebih baik.

AYO BACA: Memahami Perbedaan Nuzulul Quran dan Malam Lailatul Qadar

Boleh jadi yang bersangkutan sebelum malam ibadah itu masih sering melakukan dosa kecil maupun besar. Akan tetapi, insya Allah pada saat momen Lailatul Qadar bila dijalaninya dengan ungguh-sungguh, maka akan timbul kesadaran dari dalam hati. Kesadaran akan dosa dan kelemahan manusia di hadapan Allah. Inilah yang mendorongnya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT--sambil menginsafi kesalahannya.

Dan, pada titik itulah Muslim tadi dapat dikatakan telah mendapatkan berkah Lailatul Qadar.

"Kesadaran dan keinsafan itulah yang mengubah sikapnya 180 derajat. Kesadaran semacam itu bila dirasakan seseorang, maka itulah bukti bahwa ia telah mendapatkan Lailatul Qadar itu," ucap ulama yang pernah menjadi menteri agama RI tahun 1998 itu.

Tentunya, kesadaran ini dapat muncul kapan saja. Akan tetapi, pada malam-malam Ramadan, khususnya pada akhir bulan suci itu, kesempatan untuk mendapatkannya lebih besar lagi.

Khususnya bagi mereka yang mengasah dan mengasuh jiwanya sejak awal Ramadan. Apalagi, Allah telah menetapkan salah satu malam dalam bulan suci itu untuk tujuan tersebut.

"Pada malam Lailatul Qadar malaikat turun. Malaikat adalah makhluk Allah yang selalu berbuat kebajikan. Siapa yang ditemani malaikat, maka tentulah ia akan terus terdorong untuk melakukan kebajikan. Semoga kita dapat 'menemukan' malam mulia itu," tutur alumnus Universitas Al Azhar Mesir ini.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar