Yamaha

Perusahaan Tak Mampu Boleh Bayar THR Maksimal H-1 Lebaran, Namun Tanpa Dicicil

  Senin, 26 April 2021   Aini Tartinia
Pembayaran THR ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli dan konsumsi masyarakat yang akan mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Republika)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah mengatakan, pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) 2021 wajib dibayarkan maksimal H-7 hari raya keagamaan.

Pembayaran THR ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli dan konsumsi masyarakat yang akan mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia.

AYO BACA: Aturan THR Bagi Karyawan Kontrak dan Outsourcing yang Wajib Dapat THR Lebaran 2021
AYO BACA: Kapan THR 2021 Cair? ini Informasi Lengkap dan Besaran THR PNS

"Sebelum mengeluarkan surat edaran (SE) THR, kami telah melakukan diskusi dengan stakeholder tripartit dan dewan pengupahan nasional. Harapannya karena pemerintah sudah memberikan banyak insentif, ada kepatuhan dari para pengusaha untuk membayar THR," ujar Ida dalam webinar di channel YouTube FMB9ID_IKP, Senin 26 April 2021.

Esensi dari Surat Edaran (SE) terkait pemberian THR keagamaan 2021 untuk pekerja dan buruh paling lambat H-7 hari raya keagamaan.

THR ini adalah pendapatan non upah yang wajib dibayarkan untuk para pekerja yang sudah bekerja 1 bulan atau terus menerus, atau lebih baik yang hubungan kerjanya termasuk perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) dan pelaksanaan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT).

Besarannya 1 bulan upah dan proporsionalitas yang masa kerjanya 1 bulan terus menerus tapi kurang dari 12 bulan.

AYO BACA: Wali Kota Cirebon Sebarkan Edaran THR Pekan Depan, Perusahaan Diminta Patuh
AYO BACA: Kapan THR PNS Cair? ini Jawaban Sekda Kota Cirebon

"Bagi perusahaan yang tidak bisa bayar H-7, kami minta membuka dialog secara kekeluargaan dengan itikad baik serta kesepakatan tertulis tentang batas waktu pembayaran THR tersebut, dan kami memberikan kelonggaran H-1. Ini tidak menghilangkan kewajiban pembayaran THR," ucapnya. 

Dalam SE tersebut, ketidakmampuan untuk membayar THR tepat waktu wajib dibuktikan dengan laporan internal keuangan perusahaan secara transparan dan dilaporkan kepada Disnaker setempat paling lambat H-7 hari raya keagamaan.

"Ingat, seandainya tidak mampu, perusahaan harus berdialog kepada para pekerjanya, tetapi harus diingat pembayaran THR bagi perusahaan tidak mampu adalah maksimal H-1 hari raya keagamaan. Tidak akan dicicil seperti tahun lalu," pungkasnya. 

AYO BACA: THR 2021 Karyawan Swasta, Cara Hitung Besaran dan Jadwal Cair 
AYO BACA: Besaran dan Waktu Pencairan THR PNS dan THR Pensiunan untuk Lebaran 2021


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar