Yamaha

Gini Loh Cara Menukar Uang Rusak di Bank

  Rabu, 28 April 2021   Editor
ilustrasi menukarkan uang rupiah. (Ayobandung.com)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Anda bisa menukar uang rusak ke Bank Indonesia. Namun ada sejumlah syarat dan cara menukar uang rusak di Bank Indonesia yang perlu dilakukan.

Cara Menukar Uang Rusak

Untuk menukarkan uang rusak, Anda hanya perlu membawa uang rupiah rusak yang masih memenuhi syarat layak edar ke kantor Bank Indonesia sesuai dengan jadwal. Di kantor, Anda bisa langsung ambil nomor antrean. Kemudian menunggu sampai nomor antrean dipanggil petugas.

Kemudian, petugas di loket akan memeriksa kondisi uang Anda, bila masih sesuai dengan kelayakan edar, pihak petugas akan memberikan gantinya. Sebelum itu, petugas akan menghitung dulu jumlah uang yang bisa ditukarkan.

Pembatasan Penukaran Uang Rusak

Uang yang ditukarkan tidak dibatasi jumlahnya, baik itu pecahan terkecil logam maupun uang kertas akan dilayani, namun ada pembatasan berupa keasliannya. Uang yang terbukti tidak asli tidak dapat ditukarkan. Hanya uang yang masih resmi beredar tapi dalam kondisi rusak yang akan memperoleh hak tukar.

AYO BACA: Habib Rizieq Doakan Munarman yang Tengah Berkasus
AYO BACA: Supermoon Cantik Lebih Dekat Bumi Mei Nanti, Catat Tanggalnya

Terpenting lagi, uang kertas ini masih satu kesatuan dengan atau tanpa nomor seri yang lengkap. Kemudian untuk uang logam, kondisi fisiknya 1/2 dari ukuran asli dari ciri uang rupiah dan masih dapat dikenali keasliannya.

Bank Indonesia akan memberikan uang ganti sebesar nilai nominal uang rupiah yang ditukarkan.

Panduan Penukaran Uang Tidak Layah Edar

Bank Indonesia menetapkan uang tidak layak edar meliputi uang lusuh, uang cacat, uang rusak, dan uang yang telah dicabut atau ditarik peredarannya. Berikut penjelasan terperincinya.

a. Uang Lusuh atau Uang Cacat

Bank Indonesia memberikan penggantian sebesar nominal kepada masyarakat yang menukarkan uang lusuh atau uang cacat sepanjang dapat dikenali keasliannya.

b. Uang yang Dicabut atau Ditarik dari Peredaran
 
Bank Indonesia memberikan penggantian sebesar nilai nominal kepada masyarakat yang mneukarkan uang yang dicabut atau ditarik dari peredaran sepanjang dapat dikenali keasliannya dan masih dalam jangka waktu 10 tahun sejak tanggal pencabutan.

c. Uang Rusak

Bank Indonesia dan lembaga lain yang disetujui oleh Bank Indonesia memberikan penggantian kepada masyarakat yang menukarkan Uang Rusak diatur sebagai berikut:

Apabila uang rusak dapat dikenali ciri-ciri keasliannya dan memenuhi kriteria penggantian uang rusak, bank wajib menukar uang rusak tersebut dengan uang layak edar sejumlah uang rusak yang ditukarkan.

AYO BACA: THR Masih Dicicil? Ini yang Bisa Kamu Lakukan
AYO BACA: Seluruh Moda Transportasi Umum Tak Beroperasi 6-17 Mei 2021

Apabila ciri-ciri keasliannya sulit diketahui, penukar wajib mengisi formulir permintaan penelitian uang rusak untuk penelitian selanjutnya. Uang rusak yang ciri-ciri keasliannya sulit dikenali dapat dikirimkan dan kemasan yang layak ke Bank Indonesia. Hasil penelitian dan besarnya penggantian akan diberitahukan pada kesempatan pertama.

Standar Uang Rusak yang Diberi Penggantian Sesuai dengan Nilai Nominal

Ada beberapa standar yang ditetapkan bagaimana uang rusak akan diganti.

a. Fisik uang kertas lebih besar dari dua pertiga ukuran aslinya dan ciri uang dapat dikenali keasliannya.

b. Uang rusak masih merupakan satu kesatuan dengan atau tanpa nomor seri yang lengkap dan ukuran aslinya serta ciri uang dapat dikenali keasliannya.

c. Uang rusak tidak merupakan satu kesatuan tetapi terbagi menjadi dua bagian terpisah dan kedua nomor seri pada Uang Rusak tersebut lengkap dan sama serta lebih besar dari dua per tiga ukuran aslinya dan ciri uang dapat dikenali keasliannya.

d. Fisik uang kertas kurang dari satu sama dengan dua pertiga ukuran aslinya.

Pecahan Uang Rupiah Sudah Tidak Berlaku per 2021

Bank Indonesia mencoret enam pecahan uang rupiah pada 2021. Uang-uang tidak akan bisa dipergunakan lagi, alias tidak laku untuk dijadikan alat transaksi jual-beli.

Enam pecahan rupiah yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran tersebut berdasarkan pada Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No.20/54/KEP/DIR tanggal 4 Maret 1988.

AYO BACA: Nuzulul Quran Diperingati Pada 17 Ramadhan, Mengapa?
AYO BACA: Sudah Ada Travel Gelap Nekat Bawa Pemudik

Berikut daftar enam pecahan rupiah yang tak laku di 2021, ketidakberlakuan bahkan dimulai akhir tahun 2020.

  • Uang Rp 100 Tahun Emisi 1968 (Gambar muka: Jenderal Besar TNI (Anumerta) Raden Soedirman)
  • Uang Rp 500 Tahun Emisi 1968 (Gambar muka: Jenderal Besar TNI (Anumerta) Raden Soedirman)
  • Uang Rp 1.000 Tahun Emisi 1975 (Gambar muka: Pangeran Diponegoro)
  • Uang Rp 5.000 Tahun Emisi 1975 (Gambar muka: Nelayan)
  • Uang Rp 100 Tahun Emisi 1977 (Gambar muka: Badak bercula satu)
  • Uang Rp 500 Tahun Emisi 1977 (Gambar muka: Rachmi Hatta dengan Anggrek Vanda)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar