Yamaha

Pulihkan Ekonomi, Ridwan Kamil Ingatkan Pemda Genjot Belanja Daerah dan Investasi

  Rabu, 28 April 2021   Editor
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau ketersediaan vaksin Covid-19 di Gudang Logistik Material Penanganan Covid-19 Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kopo BizPark, Jalan Kopo, Kota Bandung, Rabu (6/1/2021). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengingatkan pemerintah daerah agar menggenjot belanja daerah dan melakukan investasi untuk membantu pemulihan ekonomi. 

Hal tersebut ia sampaikan berdasarkan permintaan langsung Presiden Joko Widodo usai rapat koordinasi kepala daerah seluruh Indonesia bersama Presiden RI. 

Menurut Ridwan Kamil, peningkatan belanja daerah juga menjadi prioritas pembangunan Jabar 2021 guna memulihkan ekonomi.

Di samping itu, sebagai upaya pemulihan ekonomi dan pencegahan penularan Covid-19, pemerintah pusat meminta pemerintah daerah meningkatkan cakupan vaksinasi. Adapun pengadaan vaksin akan terus diupayakan oleh pemerintah pusat.

"Semua sesuai dengan rencana kita, kebut belanja, investasi juga masih nomor satu dan vaksinasi masih terus kita tingkatkan," kata dia, dalam keterangan tertulis.

AYO BACA: Ridwan Kamil Ingatkan Tsunami Covid-19 di India: Mudik Betul-betul Dilarang!

Ridwan Kamil mengatakan, saat ini pihaknya pun fokus pada penanganan mudik Lebaran 2021.

Ridwan Kamil memperingatkan ledakan kasus Covid-19 seperti di India bisa terjadi di Indonesia apabila warga tidak patuh dengan memaksa mudik pada Lebaran tahun ini. Warga Jabar diminta mematuhi aturan pemerintah dengan tidak mudik pada waktu yang ditentukan.  

Kondisi di India saat ini kian memprihatinkan. Media bahkan menyebutnya dengan istilah ‘tsunami’ Covid-19. Kini di negara itu kasus positif per hari mencapai 300.000 orang, dan meninggal 200.000 orang. Tiap dua jam ada 115 pasien meninggal. 

Para petugas di pusat krematorium kewalahan karena terus menerima jenazah. Otoritas setempat mempertimbangkan jenazah dibakar di jalanan jika krematorium penuh.  

AYO BACA: Wacana Mudik Santri, Uu Sesalkan Disinformasi di Medsos

Ridwan Kamil mengatakan, Jokowi khawatir jika aktivitas masyarakat tidak dibatasi karena merasa sukses vaksinasi, Indonesia akan bernasib sama seperti India. 

"Berkaca pada India yang merasa sukses kemudian terjadi pelonggaran. Tadi Presiden menitipkan agar mudik betul-betul dilarang dan diperketat," kata dia.

Menurut Gubernur, pemerintah melarang mudik bukan untuk menghalangi silaturahim dengan keluarga di kampung halaman tapi melindungi masyarakat dalam kerangka yang lebih besar, yakni keselamatan bangsa dan negara.

Sejak instruksi larangan mudik dikeluarkan pemerintah pusat, Jabar sudah menyiapkan strategi pembatasan penyekatan di sejumlah titik guna mengantisipasi pergerakan pemudik. 

"Jabar sudah menyiapkan rencana pembatasan penyekatan di jalan utama maupun jalan tikus," katanya.

AYO BACA: Pemprov Jabar Tak Izinkan Dispensasi Mudik Santri

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar