Yamaha

Berburu Amalan 1.000 Malam, Seperti Ini Ciri-ciri Malam Lailatul Qodar

  Jumat, 30 April 2021   A. Dadan Muhanda
Ciri-ciriMalam Lailatul Qadar [ilustrasi Ramadhan, Istimewa]

AYOCIREBON.COM--Tak terasa, Ramadahan akan memasuki bulan ke 20, dan diantaranya akan ada malam lailatul Qadar, malam 1.000 bulan. Ciri-ciri malam lailatul Qodar memang sulit dilihat secara kasat mata. Namun, ciri-ciri malam lailatul wodar sudah dijelaskan dalam Alquaran dan hadis.

"Barangsiapa melakukan salat malam pada Lailatul Qadar (malam kemuliaan) karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosanya yang telah lalu” (Muttafaq ‘alaih)

Dilansir Suara.com, hadis ini menunjukkan kelebihan beramal pada bulan Ramadhan seperti dengan berpuasa sebulan penuh, salat malam atau tarawih sebulan penuh atau salat malam pada malam Lailatul Qadar. Karena iman dan mengharapkan pahala, akan mendapatkan ampunan atas dosa-dosanya.

Malam Lailatul Qadar adalah malam keagungan dan kemuliaan. Malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan dan juga malam yang diberkahi.

Allah SWT berfirman yang artinya, “Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan” (Al-Qadr: 3)

AYO BACA : Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar, dan Ciri Orang yang Menerimanya

Mengutip dari buku Ringkasan Fikih Puasa Lengkap (Ringkasan Syarah Manhajus Salikin wa Taudhih al Fiqhi fid-Din -Kitab ash-Shiyam-)

Al-Hafiz Ibnu Hajar telah menukilkan adanya perbedaan pendapat di antara para ulama dalam masalah terjadinya malam lailatul qadar. Ada lebih dari 40 pendapat.

Dua pendapat mengenai Lailatul Qoad yang terkuat:
1. Lailatul Qadar berpindah-pindah setiap tahunnya, pada salah satu dari malam-malam sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Terkadang terjadi di malam ganjil dan terkadang terjadi di malam yang genap. Akan tetapi, harapan terjadinya di malam-malam ganjil lebih besar daripada di malam-malam genap.

Ini adalah pendapat yang dipilih oleh Syaikhul Islam Ahmad bin Abdul Halim, Ibnu Baz dan Ibnu Utsaimin.

2. Lailatul Qadar berpindah-pindah di setiap tahunnya di antara malam-malam ganjil saja pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Ini adalah pendapat yang dipilih oleh Ibnu Hajar dan asy-Syaukani.

AYO BACA : Haid tidak menghalangi Kamu Saat Malam Lailatul Qadar, Ini Amalannya

“Rasulullah selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Baginda berkata, ‘Carilah oleh kalian Lailatul Qadr pada sepuluh hari terakhir Ramadhan’.” (Muttafaq ‘alaih)

Rasulullah SAW bersabda artinya, “Aku telah melihat malam tersebut (Lailatul Qadr), lalu aku dijadikan lupa terhadapnya. Maka dari itu, carilah oleh kalian malam tersebut pada sepuluh hari terakhir Ramadhan di setiap malam yang ganjil. Sungguh aku telah melihat diriku tengah bersujud di atas genangan air dan tanah liat.”

Abu Sa’id al-Khudri berkata, “Kami diguyur hujan pada malam ke-21. Masjid pun bocor persis di tempat solat Rasulullah. Lantas aku melihat kepada baginda yang telah selesai menegakkan salat Subuh dan wajahnya berlumuran tanah liat serta air.” (Muttafaq ‘alaih)

Berdasarkan hal ini, barang siapa menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan seluruhnya dengan salat Tarawih kerana iman dan mengharapkan pahala, dipastikan ia akan mendapatkan Lailatul Qadar.

Antara tanda-tanda terjadinya malam Lailatul Qadar adalah berdasarkan hadits berikut: Ubai bin Ka’ab pernah bersumpah bahawa hal itu (Lailatul Qadr) terjadi di malam ke-27.

Ubai ditanya, “Berdasarkan apa engkau mengetahui hal itu?” Ubai menjawab, “Berdasarkan tanda yang telah diberitakan oleh Rasulullah kepada kami, bahawa matahari terbit ketika itu tanpa sinar yang menyilaukan.” (HR Muslim)

Rasulullah SAW bersabda yang artinya , “Lailatul Qadar adalah malam yang nyaman, tidak panas dan tidak dingin. Matahari terbit di pagi harinya dalam keadaan lemah sinarnya dan berwarna merah.” (HR Abu Dawud, ath-Thayalisi, Ibnu Khuzaimah dan lainnya. Disahihkan oleh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ ashShaghi

 

AYO BACA : Doa Nabi Saat Malam Lailatul Qadar


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar