Yamaha

Jabar Halau Pemudik: Pengawasan Jalur Tikus Diperketat, Lokasi Karantina Tempat Angker

  Kamis, 29 April 2021   Erika Lia
Ilustrasi tempat angker. (Ayosurabaya.com/Praditya Fauzi Rahman)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Penambahan titik jalur tikus yang diawasi sampai penyiapan lokasi karantina yang mengundang ketakutan menjadi strategi Pemprov Jawa Barat menegaskan larangan mudik.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan, jumlah titik jalur tikus yang diawasi petugas gabungan se-Jabar ditambah. Dari 120 titik jalur tikus, saat ini jumlahnya diperbanyak menjadi 158 titik.

"Nanti 158 titik akan ditempati petugas yang akan menghalau pemudik," katanya saat Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 Wilayah Jabar dan Pengendalian Transportasi pada Masa Idulfitri 1442 H/2021 M di Rumah Jabatan Bupati (Pendopo) Cirebon, Kamis 29 April 2021.

AYO BACA: Pulihkan Ekonomi, Ridwan Kamil Ingatkan Pemda Genjot Belanja Daerah dan Investasi

Tak hanya itu, dia juga memerintahkan seluruh wali kota/bupati di Jabar agar menyiapkan lokasi karantina yang 'menakutkan' di desa/kelurahan masing-masing.

Emil, sapaan akrab gubernur memandang, lokasi karantina yang 'menyeramkan' akan efektif mengundurkan niat seseorang untuk mudik.

"Yang penting pesannya tersampaikan, kalau ada yang niat mudik, (melihat lokasi karantina yang menakutkan), jadi (rencana mudiknya) ditinggalkan," tuturnya setengah berseloroh. 

Emil meyakinkan, secara keseluruhan, Jabar berkomitmen satu suara dengan pemerintah pusat dalam melaksanakan kebijakan larangan mudik.

AYO BACA: Ridwan Kamil Ingatkan Tsunami Covid-19 di India: Mudik Betul-betul Dilarang!

Jabar, lanjutnya, sepakat kebijakan larangan mudik bertujuan mencegah penyebaran Covid-19. Jabar berkehendak menghindari situasi di India saat ini.

"Di Ciamis pernah ada lansia yang meninggal dunia setelah terpapar Covid-19 dari pemudik. Itu pengalaman," ucapnya.

Dia mengingatkan, bersilaturahmi yang biasanya dilakukan saat Lebaran sedianya untuk mencari kebaikan dan kemuliaan.

"Tapi, kalau itu bentrok dengan kemudharatan, maka yang harus didahulukan adalah potensi keburukannya. Ini yang harus dipahami semua orang hingga ke level desa," tegasnya.

AYO BACA: Saran dari Wagub Jabar agar Santri Bisa Mudik

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar