Yamaha

Gus Miftah: Mimpi Basah Saat Puasa Justru Anugrah

  Jumat, 30 April 2021   Suara.com
Gus Miftah mengatakan bahwa mimpi basah tidak sengaja tidak membatalkan puasa (instagram)

AYOCIREBON.COM-- Saat puasa di bulan Ramadhan, umat muslim diwajibkan menjaga hawa nafsu. Lalu bagaimana hukumnya tentang mimpi basah saat puasa?

Gus Miftah membahas terkait mimpi basah di bulan suci Ramadhan. Dalam hukum Islam, menurut pengelola pesantren Ora Aji tersebut, mimpi basah saat berpuasa sama sekali tak membatalkan puasa seseorang.

Hal ini disampaikan Gus Miftah dalam unggahan video terbarunya di media sosial Instagram. Di situ, pendakwah yang memualafkan eks ilusionis Deddy Corbuzier dan Dj Katty Butterfly ini memastikan hukum mimpi basah saat berpuasa menurut Islam.

"Suatu saat ada yang bertanya 'Gus saya tadi malam mimpi basah. Habis Subuh saya baru bangun. Apakah membatalkan puasa Gus?' Ya nggak. Jangankan mimpi basahnya malam, siang hari loh. kalau kamu mimpi basah itu tidak membatalkan puasa," tegas Gus Miftah.

Selanjutnya, mimpi basah bisa saja membatalkan puasa seseorang dengan satu alasan.

"Terus dia ngomong, 'Kan saya malam mimpi basah Gus. karena saya belum puas, saya tambain sendiri! Nah itu yang batalin. Kalau mimpinya nggak batal. Batal tuh karena kamu tambahin sendiri," lanjut Gus Miftah.

Malah, Gus Miftah sebut mimpi basah yang dialami seseorang sata berpuasa justru sebuah anugerah dari Allah Subhanallahu Wataalla.

"Kalau siang siang mimpi basah itu tidak membatalkan puasa, itu anugerah," tutup Gus Miftah.

 

Hukum Onani

Salah satu yang menyebabkan batalnya puasa adalah keluarnya mani karena hubungan seksual antara suami dan isteri, atau pun karena usaha dengan tangan sendiri (onani/masturbasi).

 Lalu, kalau seandainya air mani tersebut 'keluar sendiri' karena mimpi basah apakah juga membatalkan puasa?

Seorang ulama besar Universitas Al-Azhar Kairo Mesir Syekh Ali Jum’ah menjelaskan, mimpi basah pada siang hari bulan Ramadhan tidak membatalkan puasa seseorang. 

Mereka yang mengalami mimpi basah bisa segera mandi junub dan meneruskan puasanya hingga Magrib. “Puasanya diteruskan sampai waktu Magrib, dan dia tidak berkewajiban membayar utang puasa,” tulis Syekh Jum’ah dalam bukunya Syekh Ali Jum’ah Menjawab 99 Soal Keislaman dilansir NU.or.id.

Mengutip sebuah hadist Nabi Muhammad, Syekh Jum’ah berpendapat bahwa orang yang sedang tidur tidak terkena khitab (aturan) Allah, sebagaimana anak kecil dan orang gila. Ketiga orang tersebut tidak dinilai berdosa ketika berbuat sebuah kesalahan sampai mereka terbangun (bagi orang yang sedang tidur), menjadi dewasa (bagi anak-anak), dan sehat kembali (bagi orang gila). “Orang berpuasa yang mengalami mimpi basah ketika tidur siang tidak berdosa,” jelasnya. 

Adapun, Saiyid Mahadhir dalam bukunya berjudul Batalkah Puasa Saya? menjelaskan, jika seseorang keluar mani lewat mimpi itu tidak batal. Ini berdasarkan salah satu hadits Rasulullah. Rasulullah SAW bersabda,

ثَلاَثٌ لاَ يُفْطِرْنَ الصَّائِمَ : الْحِجَامَةُ وَالْقَيْءُ وَالاِحْتِلاَمُ

”Tiga hal yang tidak membuat batal orang yang berpuasa: Berbekam, muntah, dan mimpi (hingga keluar mani),” (HR At-Tirmizi).

Oleh karena itu, bagi mereka yang mimpi basah setelah bangun dari tidur segera melakukan mandi wajib agar tetap bisa melaksanakan ibadah lainnya, misalnya salat atau membaca Al-Qur'an.

Pendapat lain mengatakan batalnya puasa seseorang karena keluar mani bisa dilihat dari beberapa faktor. Gus Muhammad Ulil Albab Djalaluddin mengatakan keluarnya sperma di siang hari selama puasa Ramadan bisa membatalkan jika dilakukan dengan sengaja.

“Contoh yang sengaja itu di siang hari suami istri berhubungan badan ya batal. Bisa tidak batal kalau mereka lupa, tapi itu jarang sekali,” kata Gus Muhammad dalam kajian Ngaji Kitab Maqasidush Shaum karya Syekh 'Izzudin bin Abdissalam di kanal Youtube NU Online.

Jadi, jika keluar mani karena mimpi basah, maka puasanya tidak batal. Keluarnya mani itu juga tidak batal apabila seseorang melihat gambar perempuan misalnya dengan catatan itu tidak menjadi kebiasaannya.

“Melihat gambar atau perempuan lalu keluar mani tidak membatalkan puasa apabila tidak menjadi kebiasaan. Tapi kalau sudah jadi kebiasaan setiap melihat gambar atau menghayal keluar mani ya batal,” ujar dia. 


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar