Yamaha

Volume Kendaraan Dari dan Ke Tol Cipali Diperkirakan Turun saat Larangan Mudik 2021

  Jumat, 30 April 2021   Erika Lia
Gerbang Tol Palimanan [Erika Lia]
KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM- Volume lalu lintas kendaraan yang melewati jalur Tol Cipali diprediksi turun selama masa larangan mudik Lebaran 1442 H pada 6-17 Mei 2021.
 
Kepala Departemen Transaksi ASTRA Tol Cipali, Andre Yulianto mengungkapkan, konsep lalin pada Lebaran 2021 hampir sama dengan lalin pada Lebaran 2020 di mana berlaku kebijakan larangan mudik.
 
"Lalin 2021 hampir sama saat H-7 dan H+3 atau pada 6-17 Mei 2021 di mana berlaku larangan mudik. Konsep itu juga berlaku pada 2020," papar Andre saat bersama sejumlah media massa di Kota Cirebon, 28 April 2021 petang.
 
Pada 2020, larangan mudik bahkan berlaku lebih lama yakni lebih dari 1 bulan. Ketika itu, larangan mudik sudah berlaku sejak 24 April sampai 31 Mei.
 
Meski tahun ini larangan mudik berlaku hampir 2 pekan, sebelum itu berlaku masa pengetatan arus mudik pada 2 periode waktu berbeda.
 
Periode pertama, pengetatan berlaku sebelum lebaran yaitu sepanjang 22 April-5 Mei 2021. Sementara periode ke-2 berlaku pasca lebaran yaitu pada 18-24 Mei 2021.
 
Andre menyebut, selama masa larangan mudik (6-17 Mei 2021), volume lalin di Tol Cipali diproyeksikan turun.
 
Penurunan volume lalin selama masa larangan mudik 2021 sama dengan situasi pada 2020.
 
Kendati demikian, penurunan lalin 2021 diperkirakan tak sedrastis penurunan volume lalin pada masa larangan mudik 2020. 
 
"Saat pelarangan 2021 (volume lalin) turun mendekati seperti masa 2020, tapi tidak drastis, selisihnya sekitar 25%," tuturnya.
 
Setelah masa larangan mudik 2021 berakhir dan dilanjut masa pengetatan (periode 18-24 Mei 2021), lalin diprediksi naik.
 
Kenaikan volume lalin pada masa pengetatan ini, jelasnya, disebabkan adanya aktivitas masyarakat lokal.
 
"Bukan lalin jarak jauh (pemudik)," ujarnya.
 
Dibanding 2020, kenaikan volume lalin selama masa pengetatan arus mudik 2021 sekitar 26%.
 
Pada Mei 2021, pihaknya memprediksi rata-rata volume kendaraan di Tol Cipali sebanyak 34.000 unit. Sementara, rata-rata volume lalin pada 2020 di waktu yang sama sebanyak 20.000 unit.
 
Namun begitu, dibandingkab situasi normal pada 2019, kenaikan volume lalin pada masa pengetatan arus mudik 2021 turun sekitar 68%.
 
"Di GT (Gerbang Tol) Palimanan, kami prediksi sepanjang H-10 dan H+10 Lebaran 2021 maksimal kendaraan yang melintas sekitar 44.000 unit. Sementara, situasi normal pada 2019 bisa mencapai 90.000 unit," bebernya.
 
Meski terjadi selisih mencolok pada volume lalin 2021 dan 2019, pihaknya tetap akan melakukan langkah antisipasi lonjakan lalin dengan membuka gardu secara maksimal.
 
"Tetap kami siapkan (antisipasi lonjakan lalin), tapi tergantung lalin yang terjadi saat itu," tambahnya.
 
Dengan kata lain, sepanjang situasi lalin normal, hanya gardu utama di GT Palimanan yang dibuka. Kecuali volume lalin naik, pihaknya baru akan membuka gardu satelit.
 
Disinggung potensi kerugian yang timbul akibat penurunan volume lalin, pihaknya enggan menyebutkan.
 
"Potensi kerugian belum bisa kami sampaikan," cetusnya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar