Yamaha

Selama Penyekatan dan Larangan Mudik 2021, Tol Cipali tetap Berlakukan 29 Gardu

  Jumat, 30 April 2021   Erika Lia
Gerbang Tol Cikopo- Palimanan [Erika Lia]
PALIMANAN, AYOCIREBON.COM- Sedikitnya 200 unit televisi sirkuit tertutup (closed circuit television/CCTV) disiagakan di jalur Tol Cipali selama masa pengetatan dan larangan mudik Lebaran 1442 H/2021 M.
 
Kepala Departemen Lalu Lintas ASTRA Tol Cipali, Prayogi Setyo Pratomo menyebut, kamera pemantau itu dipasang setiap 1 km sepanjang KM 72 hingga KM 188 yang menjadi area kerja ASTRA Tol Cipali.
 
"Per 1 km sekarang dipasang CCTV, sepanjang KM 72 sampai KM 188. Total lebih dari 200 unit," katanya.
 
CCTV itu memantau situasi lalu lintas (lalin) di ke-2 arah, baik arus kendaraan yang menuju Jakarta maupun yang menuju Jawa Tengah.
 
Yogi, sapaan akrabnya, memastikan pemasangan CCTV guna penanganan lebih baik dan cepat terhadap pengguna jalan tol.
 
Pihaknya sendiri memprediksi penyekatan selama masa pengetatan maupun larangan mudik berlaku akan memengaruhi lalin di Tol Cipali.
 
Namun, pihaknya akan tetap menyiagakan armada unit layanan lalin di sepanjang jalur Tol Cipali (116 km), mulai kendaraan patroli jalan tol, ambulance, derek, kendaraan penyelamat, pembersih TKP, hingga polisi jalan raya (PJR).
 
"Kalau terjadi kecelakaan di jalur tol yang sampai menutup lajur, maka kendaraan pembersih TKP akan menyapu bekas-bekas kecelakaan supaya tidak menimbulkan kemacetan di jalan tol," terangnya.
 
Meski volume lalin diproyeksikan turun saat lebaran kali ini, pihaknya tetap menyiapkan skenario bila terjadi lonjakan arus lalin di tol, baik sebelum maupun sesudah penyekatan.
 
Lonjakan lalin diperkirakan pihaknya terjadi di titik rest area KM 86 hingga KM 165.
 
Untuk ini, pihaknya akan memasang kerucut lalu lintas (traffic cone) sepanjang bahu luar sisi rest area.
 
"Kami harap pengguna jalan tidak berhenti di sisi rest area supaya tidak menimbulkan hambatan bagi pengguna jalan lain," ungkapnya.
 
Pihaknya akan memantau kepadatan di rest area bersama kepolisian. Yogi membuka kemungkinan cara bertindak (CB) dengan mekanisme buka tutup jalur, dengan instruksi di tangan kepolisian. 
 
Direktur Operasional ASTRA Tol Cipali, Agung Prasetyo meminta pengguna tol melakukan perjalanan dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.
 
"Patuhi protokol kesehatan dan peraturan pemerintah yang berlaku selama periode masa larangan mudik," pintanya.
 
Dia memastikan, di tengah pengetatan maupun larangan mudik lebaran, pihaknya tetap beroperasi normal, salah satunya optimalisasi pengoperasian 29 gardu.
 
"Nanti disesuaikan kondisi lalin di Gerbang Tol (GT) Palimanan Utama," ujarnya.
 
Pengaturan lalin pula dilakukan di gerbang sayap/satelit seperti di GT Kalijati, GT Subang, GT Cikedung, GT Kertajati, dan GT Sumberjaya.
 
Agung pula mengingatkan pengguna jalan untuk memastikan kondisi fisik dan kendaraan prima sebelum melakukan perjalanan. 
 
Batas kecepatan kala berkendara pun penting diperhatikan, dengan batas kecepatan minimal 60 km/jam dan maksimal 100 km/jam.
 
"Pada kondisi hujan, batas kecepatan maksimal 70 km/jam," tuturnya.
 
Tak hanya itu, pengendara juga harus memastikan saldo uang elektronik mencukupi hingga lokasi tujuan.
 
Uang elektronik yang digunakan di gerbang masuk haruslah sama dengan yang digunakan saat keluar tol

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar