bank bjb
  

Prostitusi Online Majalengka Libatkan Anak, Mucikari Suami Istri

  Minggu, 02 Mei 2021   Erika Lia
Prostitusi Online Majalengka Libatkan Anak, Mucikari Suami Istri
Suami istri, HH dan DA diamankan Polres Majalengka setelah diduga jalankan prostitusi online yang melibatkan pula seorang anak. (Ayocirebon.com/ist)

MAJALENGKA, AYOCIREBON.COM -- Seorang perempuan di Kabupaten Majalengka diamankan polisi setelah diduga melibatkan sang adik dalam praktik prostitusi online. Sang suami tak luput dari jerat hukum.

DA (29) dan sang suami, HH (35), dicokok Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Majalengka.

Mereka disangka bertindak sebagai mucikari prostitusi daring melalui aplikasi MiChat di sebuah kos-kosan di Majalengka Wetan, Kecamatan Majalengka.

"Untuk sekali kencan, mereka mengenakan biaya Rp500.000," ungkap Kapolres Majalengka, AKBP Syamsul Huda melalui Kasat Reskrim, AKP Siswo DC Tarigan, Sabtu, 1 Mei 2021.

Kasus itu sendiri terungkap setelah adanya laporan dari masyarakat, sebelum kemudian penyelidikan pun dilakukan personel Satreskrim Polres Majalengka.

Siswo mengungkapkan, untuk ini pihaknya mengerahkan anggota agar menyamar menjadi pria pemesan jasa prostitusi online.

"Setelah tersangka menunjukkan lokasinya, petugas menggerebek sebuah rumah kos-kosan yang diduga sebagai lokasi prostitusi," jelasnya.

Dari lokasi itu, polisi mengamankan 2 perempuan. Selain tersangka DA, perempuan seorang lagi diketahui seorang anak yang merupakan adik kandung DA.

DA diduga telah melibatkan sang adik dalam praktik prostitusi online sebagai mucikari. Tak hanya itu, DA pula diduga sebagai pekerja seks perempuan (PSP) bersama sang adik.

"Pendalaman kami mendapati pria pemesan DA maupun adiknya diperoleh dari sang suami DA yaitu HH," bebernya.

Mereka diduga telah melakoni praktik prostitusi online selama sekitar 2 bulan terakhir.

Tak hanya tersangka, pihaknya menyita pula uang tunai Rp500.000 serta sebuah ponsel.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, DA dijerat Pasal 88 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 10 tahun  kurungan penjara.

Sementara, HH dijerat pasal 45 Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman 6 tahun kurungan penjara.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar