Yamaha

Ramadhan Tak Buat Pekerja Seks di Cirebon Alih Profesi

  Minggu, 02 Mei 2021   Erika Lia
ilustrasi. (Ayocirebon.com)

KEDAWUNG, AYOCIREBON.COM -- Minimnya kesempatan kerja di bidang lain menjadi pertimbangan sebagian pekerja seksual perempuan (PSP) masih menggeluti profesinya selama Ramadan.

Ketua Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cirebon, Sri Maryati mengakui, sebagian PSP masih menjalankan aktivitas seksualnya selama Ramadan.

Alasannya, tak mudah alih profesi ketika kesempatan kerja nyaris tiada.

"Sebagian besar dari mereka menyatakan belum ada pekerjaan lain yang bisa mereka lakukan, sehingga mereka masih menekuni kegiatan seksualnya," ungkap Sri kepada Ayocirebon.com, belum lama ini.

AYO BACA : Puasa PSK Batal Karena Syahwat Lelaki

Belum ada perhitungan resmi ihwal PSP yang alih profesi maupun tidak. Namun, Sri menyebut, dari sekitar 600 PSP di Kota Cirebon dan sedikitnya 900 PSP di Kabupaten Cirebon, persentase PSP yang masih beroperasi terhitung kecil.

Kendati demikian, sebagian PSP yang alih profesi sepanjang Ramadan, rerata kembali pada profesi lamanya setelah Lebaran.

"Setelah lebaran biasanya mulai (beroperasi) lagi, jadi hanya berhenti sementara saja selama Ramadan," tuturnya.

PKBI sendiri dalam hal ini, lanjutnya, tak henti mengedukasi para PSP untuk tetap menjaga kesehatan seksual dan reproduksi selama menjalankan profesinya.

AYO BACA : Adik Dijadikan PSK oleh Sang Kakak, Padahal Masih Anak Kecil

"Pencegahan terhadap HIV melalui penggunaan kondom (bagi pria pemesan jasa PSP) terutama terus kami ingatkan," tegasnya.

Tak hanya ancaman virus HIV penyebab AIDS, Sri juga tak menampik PSP rentan pula terhadap penyakit menular lain yaitu Covid-19.

Karenanya, imbauan bagi PSP menerapkan protokol kesehatan hingga menjalani rapid test juga terus digaungkan pihaknya. Sejauh ini, PSP yang telah menjalani rapid test berkisar 20-30 persen.

Sekali pun begitu, dia yakinkan, belum ada PSP yang dilaporkan terkonfirmasi Covid-19.

"Rapid test untuk PSP baru 20-30 persen, kami selalu ajak mereka menjalani pemeriksaan karena aktivitas mereka di lapangan membuatnya rentan terpapar Covid-19 juga. Tapi, sejauh ini belum ada PSP yang dinyatakan positif," bebernya.

Khusus para pendamping PSP, Sri memastikan seluruhnya telah disuntik vaksin Covid-19. Jumlah pendamping bagi PSP di Kota Cirebon maupun Kabupaten Cirebon saat ini diketahui 5 orang.

"Jumlah pendamping belum sebanding dengan banyaknya PSP. Kami masih kekurangan tenaga," tandasnya.

AYO BACA : Diskriminasi PSK Bikin Kesempatan Kerja Lain Susah


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar