Yamaha

Doa Puasa Hari Ke-23, Hari Ke-24, Ke-25, Ramadhan 1442 H dan Misteri Lailatul Qodar

  Senin, 03 Mei 2021   A. Dadan Muhanda
Ilustrasi sholat dan berdoa saat Bulan Puasa Ramadhan di tengah Pandemi Covid-19 (ayobandung.com)

AYOMEDAN.COM—Bulan puasa 2021 atau Ramadhan 1442 Hijriyah memasuki 10 hari terakhir. Di Masa-masa akhir ini, ibadah kita disarankan jangan kendor justru harus semakin ditingkatkan.

Kita juga harus bersedih karena akan segera meninggalkan bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, dan berdoa serta berharap agar bisa dipertemukan dengan Ramadhan tahun depan.

Agar lebih bermakna dan semakin berkah, ada baiknya setiap hari juga dibacakan doa harian puasa.sesuai dengan hari Ramadhan. Pada Rabu, 5 Mei 2021, merupakan hari ke ke-23 puasa Ramadhan, dan Kamis 6 Mei 2021 hari ke 24 puasa, sedangkan pada Jumat, 7 Mei merupakan hari ke-25 puasa Ramadhan.

 

Berikut doa hari ke-23, hari ke 24, dan hari ke-25 puasa  Ramadhan dilansir dari seputarnu.com

 

Doa Hari ke-23 (Keduapuluh Tiga) puasa Ramadhan

 

اَللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الذُّنُوْبِ وَ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُيُوْبِ وَ امْتَحِنْ قَلْبِيْ فِيْهِ بِتَقْوَى الْقُلُوْبِ يَا مُقِيْلَ عَثَرَاتِ الْمُذْنِبِيْنَ

Allâhummaghsilnî fîhi minadzdzunûbi wa thahhirnî fîhi minal ‘uyûbi wamtahin qalbî bitaqwal qulûbi yâ muqîla ‘atsarâtil mudznibîna

Artinya :
”Ya Allah, sucikanlah aku dari dosa-dosa dan bersihkanlah diriku dari segala aib/ kejelekan.Tanamkanlah ketakwaan di dalam hatiku. Wahai Penghapus kesalahan orang-orang yang berdosa”.

AYO BACA : Ini Jadwal Tanggal Ganjil dan Malam Lailatul Qodar Puasa 2021

Doa Hari ke-24 (Keduapuluh Empat) puasa Ramadhan

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ فِيْهِ مَا يُرْضِيْكَ وَ أَعُوْذُ بِكَ مِمَّا يُؤْذِيْكَ وَ أَسْأَلُكَ التَّوْفِيْقَ فِيْهِ لأَنْ أُطِيْعَكَ وَ لاَ أَعْصِيَكَ يَا جَوَّادَ السَّائِلِيْنَ

Allâhumma innî asaluka fîhi mâ yurdhîka wa a’ûdzu bika mimmâ yu’dzîka wa asalukat taufîqa fîhi lian utî’aka wa lâ a’shîka yâ ajwadas sâilîn.

Artinya :

Ya Allah, aku memohon padaMu di bulan yang suci ini dengan segala sesuatu yang mendatangkan keridaanMu, dan aku berlindung denganMu dari hal-hal yang mendatangkan kemarahanMu, dan aku memohon kepadaMu kemampuan untuk mentaatiMu serta menghindari kemaksiatan terhadapMu, wahai Pemberi para peminta.

 

Doa Hari ke-25 (Keduapuluh Lima) puasa Ramadhan

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مُحِبًّا لِأَوْلِيَائِكَ وَ مُعَادِيًا لأَعْدَائِكَ مُسْتَنّا بِسُنَّةِ خَاتَمِ أَنْبِيَائِكَ يَا عَاصِمَ قُلُوْبِ النَّبِيِّيْنَ

Allâhummaj’alnî fîhi muhibban li awliyâika wa mu’âdiyan lia’dâika mustanan bisunnati khâtami anbiyâika yâ ‘âsima qulûbinnabiyyîn

Artinya : ”Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini lebih mencintai para wali-Mu dan memusuhi musuh-musuh-Mu. Jadikanlah aku pengikut sunnah Nabi penutup-Mu. Wahai yang menjaga hati para nabi."

 

AYO BACA : Doa Harian Puasa ke-21, hari ke-22 Ramadhan 1442 H

Misteri Lailatul Qodar

 Ulama sering mengidentikkan Lailatul Qadar akan terjadi pada sepuluh malam ganjil terakhir Ramadan. Benarkah demikian?

Di antara kemuliaan Ramadhan adalah datangnya malam seribu purnama. Inilah satu-satunya malam yang secara spesifik diuraikan secara utuh dalam Al-Qur'an pada Surah al-Qadr. Para ulama mengidentikkan Lailatul Qadar sering terjadi pada sepuluh malam ganjil terakhir Ramadan.

Menurut Ibnu Umar, malam seribu purnama ini tak hanya terjadi saat turunnya Alquran, tapi hadir di tiap Ramadan hingga datangnya Hari Akhir. Lalu, mengapa disebut Lailatul Qadar?

Menurut Imam Izzuddin bin Abdissalam dalam Maqasid as-Shaum, bisa jadi karena malam tersebut dipenuhi kemuliaan ataupun sebab persoalan rezeki, ajal dari tahun ke tahun ditentukan pada malam ini. (QS 44: 3-4).

Diriwayatkan, Ubadah bin ash-Shamit pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang Lailatul Qadar, kemudian Rasulullah SAW bersabda, "Pada bulan Ramadan, carilah ia pada malam sepuluh terakhir, karena ia ada di malam ganjil, malam ke-21, atau ke-23, atau ke-25, atau ke-27, atau ke-29, atau malam terakhir."

Tentang kapan datangnya, para ulama berbeda pendapat. Hasan Al-Basri meyakini di malam ke-17. Muhammad Ibn Ishaq menunjuk malam ke-21. Ibnu Mas’ud berpendapat jatuh pada malam ke-24. Abu Dzar al-Ghifari mengandalkan malam ke-25.

Ibn Abbas berketetapan malam ke-27 dengan alasan kata “lailatul qadar” terdiri dari sembilan huruf yang disebutkan sebanyak tiga kali (QS 97: 1-3), hingga hasil perkaliannya adalah 27. Selain itu, Ibn Abbas berargumen, Allah SWT menyukai bilangan ganjil 7, jumlah hari, hitungan putaran thawaf, surga dan neraka, bahkan tingkatan langit pun berbilang tujuh.

Lalu, mengapa Allah terkesan merahasiakan datangnya Lailatul Qadar? Ar-Razi dalam at-Tafsir al-Kabir mengungkapkan, tak jarang Allah SWT menyamarkan sesuatu agar kita senantiasa waspada dan memanfaatkan waktu secara arif, seperti misteri kapan datangnya kematian, kiamat, saat dikabulkannya doa (sa’atul ijabah), ataupun asma-Nya Yang Agung (ismul a’dzam). Tujuannya tak lain ialah agar kita mengagungkan keseluruhan malam di bulan Ramadan.

Inilah saat yang tepat guna mengutarakan rapalan pengharapan. Segenap doa pun dijanjikan akan dikabulkan. Diriwayatkan bahwa Aisyah pernah bertanya, "Wahai Rasulullah, jika aku bisa mendapatkan Lailatul Qadar, apakah doa yang sebaiknya aku panjatkan?"

Rasulullah SAW menjawab, "Bacalah: Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf Yang Menyukai Maaf, karenanya berikanlah maaf padaku."

Selain dikenal sebagai malam kemuliaan sebab diturunkannya Alquran, Lailatul Qadar tak ubahnya bagai perayaan kerinduan para penghuni langit atas segenap penduduk bumi. Para malaikat berduyun-duyun turun ke bumi karena berlimpah ruahnya berkah. Malam yang penuh dengan limpahan salam hingga terbitnya fajar. 

AYO BACA : Bacaan Doa Malam Lailatul Qodar


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar