Yamaha

Jelang Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19, Pusat Belanja di Kota Cirebon Ramai

  Senin, 03 Mei 2021   Erika Lia
Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis (tengah) mengamati jam tangannya di sela pemantauan pusat perbelanjaan di Kota Cirebon menjelang Lebaran 2021. Pemantauan dilakukan beberapa jam sebelum waktu berbuka puasa. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

KESAMBI, AYOCIREBON.COM -- Jelang Lebaran Idul Fitri 2021, pusat-pusat perbelanjaan di Kota Cirebon ramai pengunjung. Mengingat pandemi Covid-19 belum usai, otoritas setempat kembali mengingatkan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis bersama Forkopimda memantau situasi di beberapa pusat perbelanjaan, Senin, 3 Mei 2021.

Azis mengakui, meski di tengah pandemi, peningkatan aktivitas publik pada pusat belanja menjelang lebaran tak dapat dihindarkan.

"Saya akui ada peningkatan kerumunan di pusat-pusat perbelanjaan," ujarnya di sela pemantauan.

AYO BACA: Mal Penuh, Imbas Larangan Mudik?

Menurutnya, peningkatan volume pengunjung pusat belanja berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan mereka untuk lebaran yang diprediksi jatuh pada 13 Mei 2021.

"Menjelang lebaran banyak masyarakat yang berbelanja, sehingga tak bisa dihindari," cetusnya.

Namun begitu, dia mengklaim, penerapan prokes di pusat belanja nyaris sempurna yang setidaknya terukur dari pemakaian masker.

"Namun, pemakaian masker di pusat belanja saya lihat ada kepatuhan, mendekati 100%. Memang belum sempurna, tapi ini membahagiakan," tuturnya.

AYO BACA: Aturan Lengkap Mudik Aglomerasi Cirebon Raya, Siapkan Surat Penting Ini

Selain memantau, pihaknya pula mengajak pengelola pusat belanja untuk tak henti mengingatkan karyawan maupun pengunjung agar tetap disiplin menerapkan prokes.

"Pengelola jangan berhenti ingatkan pengunjung untuk mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak selama berbelanja dan saat antri membayar di kasir," pintanya.

Di Kota Cirebon sendiri, sampai 3 Mei 2021 tercatat 5.024 kasus Covid-19. Dari jumlah itu, 187 orang meninggal dunia.

AYO BACA: Ramadhan Tak Buat Pekerja Seks di Cirebon Alih Profesi

Sementara, 480 orang masih menjalani karantina di rumah sakit maupun kediaman masing-masing, dan 4.357 orang pulih.

Dari jumlah kasus Covid-19, sebaran kasus tertinggi di Kota Cirebon masih terjadi pada kluster rumah tangga.

Sementara, kluster perjalanan menempati urutan ke-3 sebaran kasus tertinggi, setelah kluster perkantoran pada posisi ke-2.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar