bank bjb
  

Kepala Disnaker Kota Cirebon Ditahan, Diduga Korupsi Masalah Sampah

  Senin, 03 Mei 2021   Erika Lia
Kepala Disnaker Kota Cirebon Ditahan, Diduga Korupsi Masalah Sampah
Kepala Disnaker Kota Cirebon, AS (kanan) ditahan Kejari Kota Cirebon setelah diduga korupsi pengelolaan sampah saat menjabat sebagai Kepala DLH Kota Cirebon. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) yang juga pernah menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon berinisial AS ditahan di Rutan Kota Cirebon, Senin, 3 Mei 2021.

Penahanan dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cirebon setelah AS diduga terlibat korupsi pengelolaan sampah kala menjabat sebagai Kepala DLH Kota Cirebon.

Total 4 orang ditahan hari ini dalam kasus yang dinyatakan telah merugikan Negara lebih dari Rp332 juta.

Bersama AS, seorang PNS Kota Cirebon lain berstatus Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pula ditahan. 

AYO BACA: Jelang Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19, Pusat Belanja di Kota Cirebon Ramai

Selain ke-2 PNS itu, 2 tersangka lain diketahui dari pihak swasta yang menjadi rekanan dalam proyek pengelolaan sampah pada DLH.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Cirebon, Taupik Hidayat menyatakan, AS dan 3 tersangka lain ditahan sejak 3 Mei 2021.

"Ditahan selama 20 hari sejak 3 Mei sampai 22 Mei 2021," katanya di hadapan media massa, hari ini.

AS dan para tersangka lain dikenakan Pasal 2 dan Pasal 3 junto UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto UU Nomor 20 Tahun 2021 junto Pasal 5 KUHP.

Berdasarkan Pasal 2, AS terancam hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal penjara seumur hidup.

AYO BACA: Cara Dapat Subsidi Listrik PLN Mei 2021 dan Besaran Subsidinya

Sementara Pasal 3, AS terancam hukuman minimal 1 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.

Sebelum ditahan, Taupik memastikan ke-4 tersangka telah menjalani pemeriksaan kesehatan di 2 rumah sakit.

Rencananya, esok atau lusa, AS dan 3 tersangka lain akan dipindahkan ke Pengadilan Tipikor Jawa Barat di Kota Bandung.

Dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan sampah yang menjerat AS, menurutnya, sejak 2018.

"Akhir 2019 kami selidiki dan tahapannya naik dari penyelidikan menjadi penyidikan pada akhir 2020," bebernya.

Pada 12 Januari 2021, AS lantas ditetapkan tersangka. Ketika itu, yang bersangkutan tetap menjabat sebagai Kepala DLH.

AYO BACA: Ramadhan Tak Buat Pekerja Seks di Cirebon Alih Profesi

Menurutnya, sebelum Ramadan, Kejari telah mencoba memanggil AS. Namun, yang bersangkutan berhalangan.

Kejari kemudian kembali memanggil, namun AS mengaku sakit. Pada panggilan ke-3 inilah, AS ditahan.

Atas kasus yang membelitnya, Taupik menyatakan, AS telah beriktikad baik mengembalikan kerugian negara.

"Pengembalian sudah dilakukan sejumlah Rp322.384.176 pada 25 April 2021. Yang bersangkutan kami nilai kooperatif," tandasnya


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar