Yamaha

Lailatul Qadar Dicari atau Ditunggu?

  Selasa, 04 Mei 2021   Editor
Berdoa. (Pixabay/nasyid_rizki)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Setiap tujuan perlu didahului oleh persiapan. Begitu juga untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar 2021.

“Di mana-mana yang namanya mencari itu ya ada persiapannya. Terkadang kita tidak persiapan, tapi merasa mencari. Kalau tidak ada persiapan, namanya menunggu. Bukan mencari,” kata KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) saat berbicara dalam program Narasi yang dipandu Najwa Shihab, dikutip Ayocirebon.com dari NU Online, Selasa, 4 Mei 2021.

Teks mengenai Lailatul Qadar, kata Gus Baha, telah disabdakan Rasulullah SAW dalam hadist sahih agar kita mencari. “Bagi seseorang yang meyakini malam Lailatul Qadar datang di atas tanggal 20, jangan menafikan persiapan sejak 1 Ramadhan atau bahkan mulai Rajab,” terangnya.

AYO BACA: Perkiraan Tanggal Lailatul Qodar pada Puasa Ramadhan 2021
AYO BACA: Penghalang Malaikat Kunjungi Rumah saat Malam Lailatul Qadar

Selain itu, Gus Baha menekankan pentingnya menjaga perbuatan selama Ramadhan. “Rasulullah SAW sering menyontohkan agar jangan membicarakan orang lain, jangan melakukan perbuatan dosa saat Ramadhan. Akan sia-sia pahala itu karena diambil orang yang kita bicarakan,” ungkapnya.

Menurut Gus Baha, perlu perhitungan-perhitungan hukum yang matang. “Apa artinya Ramadhan jika memakan riba atau hal haram, kemudian membicarakan orang lain,” tuturnya.

Ulama asal Rembang itu menambahkan, hukum-hukum tentang puasa, selain hukum dasar fikih yaitu tidak melakukan sesuatu yang membatalkan puasa, juga harus memakai hukum ilmu tasawuf.

“Seperti menjauhi riba, ghibah, dan namimah. Caranya agar bisa husnudzan kepada orang lain adalah melihat semuanya berdasarkan takdir Allah. Kita baik, tapi juga bisa buruk. Nah,   yang sekarang buruk bisa jadi suatu saat jadi baik,” jelasnya.

AYO BACA: Cara Menggapai Malam Lailatul Qodar dengan Amalan di Rumah 
AYO BACA: Malam Lailatul Qadar, Malaikat Turun ke Bumi Doakan Hamba yang Sibuk Ibadah

Gus Baha menegaskan, manusia tidak diutus Allah SWT untuk meneliti orang lain. Dengan mental demikian, di bulan Ramadhan kita lebih fokus mencari ridha Allah SWT dan mendoakan orang mukmin semuanya. “Itu persiapan penting dalam mencari Lailatul Qadar,” tandasnya.

Tamu Agung

Dalam kesempatan yang sama, Prof M Quraish Shihab juga berbicara tentang Lailatul Qadar. Menurut dia, Lailatul Qadar adalah tamu agung yang tidak akan berkunjung kepada seseorang yang tidak diyakini bisa menyambutnya dengan baik.

“Orang yang dikunjungi Lailatul Qadar adalah orang yang siap untuk dikunjungi. Persiapan itu selama ini terkadang terlambat,” ungkap Prof Quraish.

AYO BACA: Ini Jadwal Tanggal Ganjil, Malam Lailatul Qadar Puasa Ramadhan 2021
AYO BACA: Doa dan Bacaan saat Malam Lailatul Qadar sesuai Sunah Nabi

Penulis Tafsir Al-Misbah itu mengungkapkan, semestinya sebelum malam 27 Ramadhan sudah ada persiapan. “Ada ungkapan bulan Rajab adalah bulan menanam, Sya’ban itu menyiram, Ramadhan saatnya memanen. Jadi harus menyiapkan sejak awal,” tandasnya.

Selain itu, lanjut Prof Quraish, untuk mencari Lailatul Qadar harus memiliki hati yang damai, diri yang damai, termasuk damai kepada orang lain. “Lailatul Qadar tidak akan datang pada orang yang tidak damai,” tandasnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar