Yamaha

Hari Ini : Perjanjian Roem-Roijen Ditandatangani Pada 7 Mei 1949

  Jumat, 07 Mei 2021   Handy Dannu Wijaya
Hari Ini : Perjanjian Roem-Roijen Ditandatangani Pada 7 Mei 1949

AyoCirebon.com - Perjanjian Roem-Roijen atau perjanjian Roem Royen ditandatangani pada 7 Mei 1949 antara pemerintah Indonesia dan Belanda kala itu. Perjanjian ini ditandatangani di sebuah hotel bernama Des Indes di Jakarta.

Asal usul nama perjanjian ini diambil dari nama kedua pemimpin delegasi yakni Mohammad Roem dan Herman van Roijen. Maksud pertemuan dan pengesahan perjanjian ini adalah untuk menyelesaikan beberapa masalah mengenai kemerdekaan Indonesia sebelum Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda pada tahun yang sama.

Isi Kesepakatan Perjanjian Roem-Roijen

Perjanjian Roem-Roijen AyoCirebon
Isi dari perjanjian ini berisi mengenai kesediaan berdamai antara kedua belah pihak antara Indonesia dan Belanda. Dimana masing-masing delegasi menawarkan opsi yang seimbang.

Dari pihak Indonesia, kesediaan yang dipenuhi antara lain :

  1. Mengeluarkan perintah kepada "pengikut Republik yang bersenjata" untuk menghentikan perang gerilya.
  2. Bekerjasama mengembalikan perdamaian dan menjaga ketertibandan keamanan.
  3. Turut serta dalam KMB di Den Haag, dengan maksud untuk mempercepat penyerahan kedaulatan yang sungguh dan lengkap kepada Negara Indonesia Serikat dengan tidak bersyarat

Sedangkan pihak delegasi Pemerintah Belanda saat itu menyatakan kesediaannya untuk:

  1. Menyetujui kembalinya pemerintahan Indonesia ke Yogyakarta.
  2. Menjamin penghentian gerakan-gerakan militer dan membebaskan semua tahanan politik.
  3. Tidak akan mendirikan atau mengakui negara-negara yang ada di daerah yang dikuasai oleh Republik Indonesia sebelum 19 Desember 1948, dan tidak akan meluaskan negara atau daerah dengan merugikan Republik.
  4. Menyetujui adanya Republik Indonesia sebagai bagian dari Negara Indonesia Serikat.
  5. Berusaha dengan sesungguh-sugguhnya supaya KMB segera diadakan setelah pemerintah Republik kembali ke Yogyakarta.

Peristiwa Setelah Perjanjian Roem-Roijen Ditandatangani

Peristiwa Setelah perjanjian roem-roijen

Pada 6 Juli, tokoh Indonesia Sukarno dan Hatta kembali dari pengasingan ke Yogyakarta. Kemudian Pada 13 Juli, kabinet Hatta mengesahkan perjanjian Roem-van Roijen dan Sjafruddin Prawiranegara yang menjabat presiden Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dari tanggal 22 Desember 1948 menyerahkan kembali mandatnya kepada Soekarno dan secara resmi mengakhiri keberadaan PDRI pada tanggal 13 Juli 1949.

Pada 3 Agustus, gencatan senjata antara Belanda dan Indonesia dimulai di Jawa (11 Agustus) dan Sumatra (15 Agustus). Konferensi Meja Bundar mencapai persetujuan tentang semua masalah dalam agenda pertemuan, kecuali masalah Papua Belanda.
 


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar