Yamaha

BTR Branz dan Kasus Asusila Remaja Kian Memprihatinkan

  Jumat, 07 Mei 2021   Handy Dannu Wijaya
BTR Branz dan Kasus Asusila Remaja Kian Memprihatinkan

AyoCirebon.com - BTR Branz ramai diperbincangkan sejak kemarin malam (Kamis 06/05) setelah salah satu pro player Bigetron Alpha, yang dikenal dengan BTR Branz tersandung kasus video asusila dan kini mendapat sanksi tegas dari manajemen.

Di tengah prestasi gemilang Bigetron Alpha sebagai runner up MPL Indonesia Season 7 dan wakil Indonesia di Mobile Legends Southeast Asia Cup (MSC) 2021, tiba-tiba ada skandal mengejutkan dari pemainnya.

Ya, user yang dikenal dengan BTR Branz sempat melakukan sesi live streaming atau siaran langsung di kanal Nimo TV, pada hari Kamis (06/05). Ia terlihat mematikan kameranya, namun sepertinya ia lupa mematikan microphone yang ia gunakan untuk live streaming.

Tidak berselang lama saat sesi live streaming yang masih berlangsung, terdengar ada suara desahan wanita beberapa kali, seakan ada orang yang tengah melakukan hubungan badan atau hubungan seksual. Sontak video itu tersebar dengan cepat didunia maya apalagi di Facebook.

Banyak sindiran dan pertanyaan bahwa itu adalah efek dari audio yang sengaja dibuat bahkan ada beberapa akun yang mengatakan bahwa itu adalah "game dewasa".

Dilansir dari Indosport, Tidak lama setelah kejadian itu pihak manajemen Bigetron Alpha merilis sanksi untuk BTR Branz dengan menghentikan aktivitasnya di tim selama satu bulan, dan tidak diikut sertakan di ajang MSC 2021 mendatang.

Kasus Asusila Remaja Kian Memprihatinkan

Selain kasus asusila yang menimpa remaja yang dikenal dengan BTR Branz, banyak kasus asusila remaja lainnya yang lebih dulu terungkap di media. Dari beberapa kasus asusila ini banyak hal yang memprihatinkan, satu diantaranya adalah "kebanggaan" atas apa yang mereka lakukan dengan cara membagikannya di akun media sosial seperti Tiktok atau IG Story.

Tidak sedikit juga yang sengaja merekam dan menyebarluaskan hanya untuk kepuasan semata. Ini menjadi hantaman telak bagi orang tua mengingat masih perlunya pengawasan bagi remaja dalam pergaulan meskipun ia sudah hampir menginjak usia matang dan cukup dewasa.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar