Yamaha

22 Ribu Kendaraan Curi-curi Mudik ke Jawa Barat Diputar Balik

  Jumat, 07 Mei 2021   Editor
ilustrasi pos penyekatan mudik 2021. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG, AYOCIREBON.COM -- Sebanyak 22 Ribu Kendaraan yang mencuri kesempatan untuk melakukan mudik ke Jawa Barat diputar balikan selama dua hari ini. Mereka kena hadangan petugas di batas kota, gerbang tol, jalan-jalan tikus dari tolal 158 titik penyekatan di Jawa Barat.

“Sudah 22.000 (kendaraan) diputarbalikkan karena ketahuan curi-curi mudik,” ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Jumat, 7 Mei 2021.

Menurutnya, proses pelarangan mudik sangat dinamis. Imbas adanya pemberitaan terjadinya penumpukan di berbagai daerah tujuan mudik.

“Dan hikmahnya hari ini lalu lintas lebih lengang. Karena pemberitaan terjadinya dinamika luar biasa kemarin membuat yang mau mudik mengurungkan niat,” tuturnya.

Sementara itu, pada masa larangan mudik 2021, dua daerah di Jawa Barat berstatus zona merah penyebaran Covid-19 alias risiko penyebarannya tinggi. Dua daerah itu adalah Kabupaten Bandung Barat dan Kota Tasikmalaya.

Ridwan Kamil pun meminta kepala daerah bersama forkopimda dua daerah tersebut bekerja keras dalam satu minggu ini untuk menurunkan kasus Covid-19. 

Meski zona merah muncul kembali, namun tingkat keterisian rumah sakit pekan ini 36,32 persen. Ini menjadi sejarah karena pada 2020 rata-rata tingkat keterisian rumah sakit di angka 50-60 persen.

“Kasus membuktikan tiap libur panjang rumah sakit lompat ke 80 persen. Sekarang keterisiannya hanya 30 persen, itu menandakan tren turun ini harus kita jaga dengan baik,” kata dia. 

Gubernur mengimbau masyarakat tidak memaksakan mudik dan bersabar dengan taat aturan pemerintah, agar keluarga di rumah tetap aman karena pandemi belum berakhir. 

“Kami ingatkan ke masyarakat jangan memaksakan diri. Taat pada aturan. Semata-mata kami bukan melarang kemuliaan mudik bertemu orang tua, tapi situasi pandemi belum terkendali,” tutupnya. 


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar