Yamaha

Keukeuh Mudik ke Cirebon, Pengendara Pacu Kecepatan Terobos Pos Penyekatan

  Sabtu, 08 Mei 2021   Erika Lia
Sebuah kertas bertuliskan "Demi Adek Aku Rela Gak Mudik" dipasang di bagian belakang truk yang melintasi jalur Pantura Cirebon. (Erika Lia)

ARJAWINANGUN, AYOCIREBON.COM- Warga luar kota yang menerobos pos penyekatan masih kerap ditemukan di Cirebon.

Petugas gabungan di jalur Pantura Kabupaten Cirebon tak jarang menemui kendaraan yang enggan mengikuti arahan untuk menepi dan diperiksa kala hendak melintasi pos penyekatan.

Alih-alih melambat, beberapa di antara pengendara justru mempercepat laju kendaraannya saat hendak diperiksa.

"Kalau terlalu kencang, kami biarkan," ungkap Kanit Provos Polsek Susukan, Aiptu Aan saat ditemui Ayocirebon.com di Pos Penyekatan Rawagatel, Kecamatan Arjawinangun, Sabtu, 8 Mei 2021.

Pembiaran dilakukan petugas dengan mempertimbangkan keselamatan pengendara itu sendiri. 

Menurutnya, akan membahayakan bila pengendara serta merta dihentikan saat laju kendaraan tengah tinggi.

Meski begitu, pihaknya akan berkoordinasi dengan petugas di pos penyekatan berikutnya. 

Dia meyakinkan, penyekatan kendaraan tetap dilaksanakan untuk menghalau pemudik melintasi Cirebon dan mengarah ke daerah lain di sekitarnya hingga Jawa Tengah.

Hingga siang tadi lebih dari 47 kendaraan roda 2 dan 24 kendaraan roda 4 telah diputarbalikkan.

"Rata-rata kendaraan dari Jakarta, Karawang, Purwakarta juga ada," ujarnya.

Tak hanya pengendara dengan nopol luar Wilayah Ciayumajakuning (plat E), kendaraan dalam kota atau plat E pun terkadang jadi sasaran penyekatan petugas.

Pihaknya tetap akan mengecek kartu identitas pengendara, sekaligus mengingatkan kembali untuk mewaspadai Covid-19.

"Kalau kendaraan plat E yang kami hentikan biasanya karena tidak menerapkan protokol kesehatan atau kelengkapan berkendaranya kurang, seperti enggak pakai helm. Itu kami putar balik juga," terangnya.

Di antara para pengendara yang dihentikan, dia mengakui tak sedikit pula yang melengkapi diri dengan surat tugas maupun surat keterangan negatif Covid-19.

Terhadap mereka, petugas akan mempersilakan untuk melanjutkan perjalanan.

"Tapi ya yang enggak bawa apa-apa juga banyak. Nah itu biasanya kami putarbalikkan, atau kalau hanya ada surat tugas, kami arahkan untuk rapid test di pos dan kami pastikan kondisinya sebelum lanjut perjalanan," paparnya.

Sampai siang tadi, sedikitnya 11 orang telah menjalani rapid test di Pos Rawagatel. Dia meyakinkan, hasil rapid test seluruhnya negatif.

"Sejak operasi penyekatan sampai sekarang tidak ada yang hasil tesnya positif," tuturnya.

Pada H-5 Lebaran 2021 sendiri, situasi arus lalu lintas (lalin) di jalur Pantura di Jalan Raya Susukan cenderung lancar.

Dibanding momen yang sama sebelum pandemi, terlebih saat akhir pekan, arus lalin di jalur ini bahkan terbilang lengang.

Kendaraan yang melintas bahkan bisa melaju dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam.

Hambatan ditemui pengendara saat melintas di sekitar Pasar Sandang Tegalgubug, Kecamatan Arjawinangun, yang setiap Selasa dan Sabtu dikenal sebagai hari pasaran.

Melewati pasar tersebut, pengendara dapat kembali melaju dengan kecepatan nyaris sama seperti sebelumnya.

Aan menyebutkan, meski berlaku larangan mudik, arus lalin pengendara asal luar Ciayumajakuning kerap ramai seusai waktu berbuka puasa.

"Di jalan sini, paling ramai biasanya sekitar pukul 18.00-19.00 setelah jam buka puasa. Ramai lagi setelah waktu sahur sampai pagi," tandasnya


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar