Yamaha

Larangan Tak Dikendorkan, Masyarakat Diminta Ikhlas Tidak Mudik Tahun Ini

  Minggu, 09 Mei 2021   Editor
Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Terkait larangan mudik 2021, pemerintah meminta masyarakat untuk tidak melakukan mudik tahun ini. Berbagai upaya untuk menahan masyarakat yang ngotot pun dilakukan dengan keberadaan pos-pos penyekatan.

Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis mengatakan pemerintah berupaya maksimal mencegah warganya untuk mudik. Keikhlasan masyarakat untuk tidak mudik dibutuhkan agar penyebaran Covid-19 tidak semakin meluas.

“Pemerintah secara maksimal melakukan upaya pencegahan warga untuk tidak mudik,” ungkap Azis, dikutip Ayocirebon.com dari laman Pemkot Cirebon, Minggu, 9 Mei 2021.

AYO BACA : Ridwan Kamil: Aglomerasi Hanya untuk Perjalanan Kerja Bukan Mudik Lokal!

Ini dikarenakan pemerintah telah memberikan larangan mudik 2021. Jika pun nekat mudik, ada banyak penyekatan yang harus dihadapi. “Lolos dari titik A, belum tentu lolos di titik B. Banyak penyekatan yang harus dilakukan,” ungkap Azis.

Sekalipun vaksinasi Covid-19 sudah masif dilakukan, namun Azis meminta imbauan pemerintah untuk tidak mudik tahun ini tetap dijalankan. “Sayangi diri kita, sayangi keluarga kita,” ungkap Azis.

Sementara itu Tenaga Ahli Utama Kedeputian Bidang Informasi dan Komunikasi Politik, KSP RI, Joko dalam kunjungannya ke Kota Cirebon, menjelaskan penyekatan yang dilakukan saat ini cukup efektif untuk menghalau warga yang akan mudik.

AYO BACA : Pemkab Cirebon Didatangi Satgas Sehari Setelah Bolehkan Masyarakat Mudik Lokal

“Dari Jakarta menuju Cirebon saja sedikitnya ada 15 titik penyekatan yang harus dilewati,” ungkap Joko. Sehingga sekalipun lolos di pos A, pemudik belum tentu lolos di pos B dan lainnya. Penyekatan ini diakui Joko tidak bisa menahan 100 persen warga untuk tidak mudik, tapi ini merupakan upaya untuk mengurangi.

Dijelaskan Joko, pada 2019 masyarakat melakukan euforia mudik, sedangkan pada 2020 mudik tidak dilakukan karena orang dalam situasi ketakutan.

“Tetapi 2021 ini situasinya orang mungkin merasa aman, euforia vaksin,” ungkap Joko.

Euforia vaksinasi Covid-19 yang dilakukan diiringi dengan ketidakpatuhan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan. Sehingga akhirnya orang berbondong-bondong melakukan mudik sekalipun sudah dilarang. “Padahal kita belum selesai dengan Covid-19,” ungkap Joko.

Untuk itu, Joko meminta keikhlasan dari masyarakat Indonesia untuk tidak mudik terlebih dahulu tahun ini. Di India, hanya ada 5 juta orang yang melakukan upacara keagamaan. Tapi hari ini rumah sakit mereka kolaps karena banyaknya warga yang terpapar Covid-19.

Sedangkan di Indonesia, ada lebih dari 20 juta orang dalam satu minggu hingga 10 hari yang akan melakukan mudik. Jika tidak dilarang dan dilakukan penyekatan akan terjadi mobilisasi besar-besaran yang bisa berdampak pada penyebaran Covid-19 di Indonesia.

AYO BACA : Kepala Daerah di Cirebon Raya Bolehkan Masyarakat Mudik Lokal


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar