Yamaha

Pertanda Alam saat Malam Lailatul Qadar

  Minggu, 09 Mei 2021   Republika.co.id
Alam memberikan pertandanya saat malam Lailatul Qadar.

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Alam memberikan pertandanya saat malam Lailatul Qadar. Lailatul Qadar sendiri adalah malam yang istimewa dalam bulam suci Ramadhan, sebab, Allah menjanjikan banyak keistimewaan di malam itu.

Dilansir di Masrawy, seperti diberitakan Republika, Muhammad Qadus menulis bahwa tanda-tanda alam sebagai bentuk kehadiran Lailatul Qadar memang ada. Dia menyebut bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang ketiga dari malam ganjil dalam sepuluh hari terakhir Ramadhan.

 Allah SWT memang telah menyembunyikan waktu persisnya malam Lailatul Qadar. Hal itu agar umat Islam dapat berusaha mencarinya dan mendapatkan pahala yang besar dengan menjalankan ibadahnya secara konsisten.

Istimewanya malam Lailatul Qadar ini diabadikan Allah dalam Alquran surat Al Qadr 3-5:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“(Lailatul Qadar) adalah malam kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah (pada malam itu) sampai terbit fajar.”

AYO BACA : Lailatul Qadar Dicari atau Ditunggu?

Para ulama telah memperhitungkan bahwa tanda-tanda serta indikator hadirnya Lailatul Qadar dapat dirasakan oleh orang-orang yang beriman. Yang mana mereka merupakan orang yang mengetahui dan benar yang menjelaskan mengenai tanda-tanda  malam Lailatul Qadar melalui fenomena alam atau tanda-tanda alam.

Berikut beberapa pertanda alam saat malam Lailatul Qadar:

Pertama, matahari terbit di pagi hari tanpa bersinar (terang). Rasulullah SAW bersabda:

صبيحة ليلة القدر تطلع الشمس لا شعاع لها كأنها طست حتى ترتفع

 “Matahari terbit pada pagi hari (usai malam Lailatul Qadar) tanpa cahaya yang menyilaukan, seolah-olah seperti talam hingga meninggi,”. Hadis riwayat Muslim.

Dikatakan bahwa redupnya matahari disebabkan bahwa para malaikat yang turun, naik, dan bergerak berkelimpahan. Sehingga dengan aktivitas itu, sayap serta tubuh lembut mereka menghalangi sinar matahari.

AYO BACA : Penghalang Malaikat Kunjungi Rumah Saat Malam Lailatul Qadar

Kedua, di malam Lailatul Qadar bulan terbit layaknya jiffnah (kelopak mata) yang terbela, yakni bulan yang separuh bulat. Rasulullah SAW bersabda:

عن ابي هريرة رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ" تَذَاكَرْنَا لَيْلَةَ الْقَدْرِ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ ﷺ فَقَالَ: أَيُّكُمْ يَذْكُرُ حِينَ طَلَعَ الْقَمَرُ وَهُوَ مِثْلُ شِقِّ جَفْنَةٍ".. مسلم

“Dari Abu Hurairah RA dia berkata; Kami pernah berdiskusi tentang Lailatul Qadar kepada Rasulullah SAW. Beliau bersabda: Siapakah dari kalian yang masih ingat saat bulan muncul yang berukuran separuh nampan.”

Ketiga, malam menjadi sangat hangat namun tidak panas dan tidak dingin. Rasulullah SAW bersabda:

ليلةٌ سمِحَةٌ، طَلِقَةٌ، لا حارَّةٌ ولا بارِدَةٌ، تُصبِحُ الشمسُ صبيحتَها ضَعيفةً حمْراءَ 

“(Lailatul Qadar ditandakan) dengan malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin. Di pagi harinya, matahari bersinar dengan sederhana dan nampak kemerah-merahan.”

Keempat, tidak ada meteor di malam tersebut yang tampak dari bumi. Mengenai petunjuk dari tanda Lailatul Qadar yang satu ini, terdapat sebuah dalil dari At-Thabrani dengan sanad yang hasan. Bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda:

إنها ليلة بلجة -أي: منيرة- مضيئة، لا حارة ولا باردة، لا يرمى فيها بنجم 

Yang artinya: “Sesungguhnya (Lailatul Qadar) adalah malam yang dapat dikenali secara tegas. Yaitu tidak dijumpai pada malam itu meteor yang dikirimkan oleh para setan.”

AYO BACA : Malam Lailatul Qadar, Malaikat Turun ke Bumi Doakan Hamba yang Sibuk Ibadah


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar