bank bjb
  

Warga Majalengka Ngamuk di Medsos Dihalangi Mudik, Polisi Beri Hadiah Karantina

  Selasa, 11 Mei 2021   Erika Lia
Warga Majalengka Ngamuk di Medsos Dihalangi Mudik, Polisi Beri Hadiah Karantina
Otoritas penanganan Covid-19 Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, mengevakuasi seorang pemudik (tengah, berjaket putih-hitam) yang dinyatakan reaktif setelah tes rapid antigen. (Ayocirebon.com/istimewa)

MAJALENGKA, AYOCIREBON.COM -- Seorang pemudik asal Kabupaten Majalengka yang bekerja di Cikarang, Bekasi, harus menjalani karantina hanya beberapa hari menjelang Idulfitri 1442 H.

Karantina atas AS (24), inisial pemudik, dilakukan setelah hasil tes cepat antigen yang bersangkutan dinyatakan reaktif.

AS sendiri sebelumnya sempat diciduk polisi setelah diduga menyebarkan kalimat provokatif dan dianggap mencemarkan nama baik melalui media sosial.

Dia kesal setelah diputarbalikkan petugas di pos penyekatan sehingga gagal mudik ke Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka.
Ketidakpuasannya itu dia ungkapkan pada akun Facebook dan Instagram miliknya. 

Postingannya dinilai bernada provokatif, salah satunya berisi ajakan kepada masyarakat untuk mudik. Tak hanya itu, dia pun diduga telah mencemarkan nama baik institusi negara.

Kapolres Majalengka, AKBP Syamsul Huda melalui Kasat Reskrim, AKP Siswo DC Tarigan menyatakan, Satuan Reserse Kriminal Polres Majalengka sebelumnya melakukan patroli siber dan mengetahui postingan AS. Mereka pun menyelidikinya.

"Kami menemukan indikasi adanya kesengajaan, AS telah mendistribusikan dan atau mentransmisikan Informasi Elektronik yang memiliki muatan pencemaran nama baik terhadap intitusi negara (Polri)," jelasnya, Senin, 10 Mei 2021.

Sejauh ini, AS mengaku menyesal dan telah meminta maaf atas perbuatannya. Dia mengaku, perbuatannya didorong emosi sesaat.

"Postingan-nya sendiri sudah dihapua terlapor (AS)," cetus Tarigan didampingi Ps. Paur Subbag Humas Aipda Riyana.

Setelah pengungkapan kejadian itu, AS pun diharuskan menjalani tes rapid antigen. Hasilnya, AS dinyatakan reaktif.

Tarigan meyakinkan, pihaknya lantas berkoordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Sumberjaya untuk karantina bagi AS.

"Yang bersangkutan dikarantina setelah hasil tesnya reaktif," terangnya.

Menurutnya, peristiwa yang dialami AS merupakan salah satu pelajaran bagaimana operasi penyekatan menampakkan fungsinya.

Penyekatan, imbuhnya, telah mencegah potensi penyebaran penyakit dari pemudik kepada orang-orang di sekitarnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar