bank bjb
  
Yamaha

Jadi Zona Merah Tunggal di Pulau Jawa, Bupati Majalengka Akan Surati Gubernur Jabar

  Kamis, 13 Mei 2021   Erika Lia
Jadi Zona Merah Tunggal di Pulau Jawa, Bupati Majalengka Akan Surati Gubernur Jabar
Bupati Majalengka, Karna Sobahi (paling depan, ke-3 dari kanan) saat menunjukkan data sebaran Covid-19 di Kabupaten Majalengka. (Ayocirebon.com/Istimewa)

MAJALENGKA, AYOCIREBON.COM -- Bupati Majalengka, Karna Sobahi berencana menyurati gubernur Jawa Barat terkait status Kabupaten Majalengka sebagai satu-satunya daerah di Pulau Jawa yang berzona merah penyebaran Covid-19.

Karna mengaku heran dengan status itu, yang menandakan tingginya risiko penyebaran Covid-19 di Kabupaten Majalengka. Pekan lalu, klaimnya, kasus Covid-19 di sana tak menunjukkan peningkatan signifikan.

"Kalau lihat zona merah di Majalengka cuma 1 (desa), di Gandu saja. Yang lain oranye dan kuning," katanya, Rabu, 12 Mei 2021.

Selain Desa Gandu di Kecamatan Dawuan, dari pelacakan kontak erat oleh beberapa satgas di tingkat kecamatan, Desa Genteng di kecamatan yang sama pula diketahui berstatus sama.

"Data Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Majalengka, cuma desa Genteng dan Gandu yang beberapa minggu lalu ditemukan kluster. Mereka pun statusnya tanpa gejala dan sudah sembuh, malah sudah 10 hari lebih," bebernya.

Sementara, lanjutnya, data pada aplikasi Pikobar pun mencatat Kabupaten Majalengka termasuk zona oranye dengan penilaian dan sebaran dalam peta potensi dan risiko penularan yang cukup stagnan.

"Kalau lihat Pikobar, Majalengka oranye. Makanya saya aneh (heran), tiba-tiba (Majalengka) zona merah," tambahnya.

Menurutnya, dari 15 unsur penilaian kriteria zona merah sendiri, Majalengka hanya masuk pada beberapa kriteria. Data pasien meninggal pada periode seminggu terakhir ini hanya 8 orang.

Sementara, pasien Covid-19 baru di 330 desa hanya 87 pasien. Untuk pasien yang dirawat di ruang isolasi rumah sakit, dari kapasitas 77 ruangan, hanya 15 ruangan yang terisi.

"Pasien sembuh mendekati 119 orang," ujarnya.

Pihaknya menghendaki uji data dan berencana mengirim surat disertai data kepada pemerintah provinsi maupun pusat.

"Kami akan konsultasi dan kirim surat ke gubernur, sekaligus juga dilampirkan kajian dan data yang valid," tegasnya.

Lebih jauh, pihaknya mengimbau satgas penanganan Covid-19, baik tingkat kabupaten hingga desa, lebih masif mengingatkan masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara persuasif.

"Kami juga memperketat prokes secara terpadu serta meningkatkan posko tiap desa untuk memenuhi cakupan pelacakan kontak," tegasnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar