bank bjb
  

Bagaimana Sikap Pemerintah Indonesia Terkait Konflik Israel dan Palestina?

  Minggu, 16 Mei 2021   Editor
Bagaimana Sikap Pemerintah Indonesia Terkait Konflik Israel dan Palestina?
Presiden Joko Widodo. (Setkab.go.id)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Konflik tak berujung antara Israel dan Palestina menyita perhatian dunia. Lalu bagaimana sikap pemerintah Indonesia?

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sendiri berharap agar pemerintah Indonesia bisa menjadi poros negara-negara Islam untuk membantu menyelesaikan konflik antara Israel dan Palestina.

Mengutip Republika.co.id, menurut Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Muhyiddin Junaidi, Indonesia harus bisa mengajak negara-negara yang menjadi tetangga Palestina. Seperti Arab Saudi, Turki atau Pakistan.

Aliansi baru sangat dibutuhkan, sebab nilanya, lembaga-lembaga lain sudah tidak bisa diharapkan. Ia menambahkan, semuanya harus saling bekerja sama dan Indonesia harus melihat peluang itu.

Sementara Sekjen DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menyarankan pemerintah mengeluarkan sikap tegasnya dengan konkret. Misalnya mengirimkan bantuan kemanusian maupun embargo barang dari Israel atau negara pendukungnya.

Walaupun sejumlah negara adidaya mendukung Israel, tragedi kemanusiaan Al Aqsa bukan menyangkut kepentingan atau keberpihakan melainkan masalah keadilan, perikemanusiaan, dan hak warga Palestina untuk hidup bebas di tanah airnya sendiri.

Bagi Eddy, semua prinsip-prinsip yang menjadi tumpuan dasar berdirinya NKRI, seperti kemanusiaan, kedaulatan, keadilan, menghapus penjajahan dari muka bumi dilanggar secara masif dan terang-terangan oleh Israel

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengingatkan bahwa Indonesia tak pernah mengakui Israel sebagai sebuah negara.

Misalnya sewaktu dulu, Indonesia merelakan kesempatan untuk lolos dalam ajang Piala Dunia 1958 setelah menolak bertanding melawan Israel demi membela Palestina dalam kualifikasi zona Asia.

Momen itu juga diperlihatkan kala Presiden Soekarno masih menjabat presiden. Saat itu pemerintah Indonesia sengaja tidak mengundang Israel saat Konferensi Asia-Afrika (KAA) digelar di Bandung, tahun 1955. Namun Indonesia selaku tuan rumah KAA mengundang tokoh Palestina.

Sikap Pemerintah Indonesia

Melalui Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa Indonesia mengutuk keras tindakan Israel dengan mengutsir warga Paletina dari Syekh Jarrah, Yerusalem Timur dan melakukan penyerangan di Masjid Al Aqsa.

Indonesia mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk mengambil langkah nyata terhadap pelanggaran yang terus dilakukan oleh Israel.

“Indonesia juga mengecam meluasnya ketegangan dan kekerasan khususnya di jalur Gaza yang menyebabkan puluhan korban jiwa warga sipil yang tidak berdosa,” ujar Retno, Rabu, 12 Mei 2021.

Menurut Retno, Indonesia terus berusaha semaksimal mungkin di semua lini untuk membantu rakyat Palestina, termasuk di Committee on the Exercise of the Inalienable Rights of the Palestinian People (CEIRPP).

CEIRPP adalah komite di Majelis Umum PBB yang dibentuk tahun 1975 dengan mandat untuk memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina, termasuk hak kemerdekaan Palestina.  Saat ini Indonesia adalah salah satu negara anggota Biro dan memangku jabatan Wakil Ketua dalam Komite tersebut.

“Indonesia juga terus mendesak agar Dewan Keamanan PBB dapat mengambil langkah nyata menghentikan seluruh kekerasan dan menghadirkan keadilan dan perlindungan bagi Palestina,” ujar Retno.

Tak hanya di PBB, Indonesia juga mengusulkan agar Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Gerakan Non Blok (GNB) untuk dapat segera melakukan pertemuan khusus untuk membahas ini.

“Sudah terlalu lama hak-hak bangsa dan rakyat Palestina digerogoti oleh Israel. Indonesia akan terus bersama rakyat dan bangsa Palestina dalam memperjuangkan hak-haknya,” kata dia.

Jokowi juga mengaku berkomunikasi langsung dengan sejumlah pemimpin negara sahabat.

“Dalam beberapa hari terakhir, saya berbicara dengan Presiden Turki, Yang Dipertuan Agong Malaysia, Perdana Menteri Singapura, Presiden Afganistan, Sultan Brunei Darussalam, dan Perdana Menteri Malaysia,” ujarnya, Sabtu, 15 Mei 2021.

Dalam pembicaraannya itu, selain soal kondisi warga Palestina di Jalur Gaza, dibahas juga sejumlah isu global lainnya.

“Kami berbicara tentang perkembangan global, termasuk tindak lanjut ASEAN Leaders’ Meeting, perkembangan di Afganistan, dan situasi yang sangat mencemaskan di Palestina,” ujar Jokowi. 


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar