bank bjb
  

Proses Arus Mudik dan Balik di Cirebon Belum Aman

  Senin, 17 Mei 2021   Erika Lia
Proses Arus Mudik dan Balik di Cirebon Belum Aman
Kertas bertuliskan kalimat lucu tertempel pada bagian belakang truk saat melintas di jalur Pantura Cirebon. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

SUMBER, AYOCIREBON.COM -- Ratusan pelaku perjalanan yang melintasi wilayah Kabupaten Cirebon menjalani pemeriksaan kesehatan selama arus mudik dan balik Lebaran 2021. Namun, proses itu dinyatakan belum aman.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mendata, sejak 6 Mei 2021 hingga kini, 736 pelaku perjalanan menjalani pemeriksaan di 17 pos kesehatan/penyekatan yang tersebar, mulai jalur arteri hingga area tol.

"Dari 736 pelaku perjalanan yang kesehatan diperiksa, 7 orang reaktif," ungkap Kepala Dinkes setempat, Enny Suhaeni, Senin, 17 Mei 2021.

Para pelaku perjalanan yang reaktif selanjutnya diputar balikkan petugas yang berjaga di pos-pos penyekatan.

Selain pemeriksaan kesehatan, 3.043 pelaku perjalanan juga menjalani pemeriksaan suhu tubuh.

Ketua IDI Kabupaten Cirebon, Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein menilai, situasi itu belum dapat menandai proses arus mudik dan balik lebaran yang diwarnai kebijakan larangan mudik dari pemerintah, belumlah aman.

Dia menyebut, persentase pelaku perjalanan yang menjalani pemeriksaan kesehatan dan yang reaktif sekitar 0,94%.

"Angka 0,94% sendiri belum dapat diartikan proses mudik yang aman," ungkapnya.

Menurutnya, banyak variabel yang harus dinilai sebelum sampai pada kesimpulan proses mudik dan balik aman.

Namun begitu, hal yang layak diapresiasi berupa skrining oleh petugas kesehatan Kabupaten Cirebon sebagai upaya pemerintah daerah melindungi dan melayani warga, baik yang menetap, yang datang, maupun yang lewat.

"Poinnya, memastikan yang lewat atau datang adalah yang aman (sehat, bebas virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19)," tandasnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar